Tidak usah menjelek2an calon kepala daerah. Jangan kampanye karena sebagaimana pilpres yang dulu, kampanye itu sebuah bentuk perang saudara, perang sipil, jadi tidak boleh terjadi lagi di indonesia. Setiap kegiatan demokrasi harus diam di rumah, tenang. Tidak boleh membahas keburukan kinerja pasangan lawan. Itu jahat. Jadi bahas yang baik2nya saja. Soal dinasti politik? Itu fitnah. Penyebarnya sebaiknya dihukum mati. Demokrasi itu diam di rumah, membicarakan hal positif. Tidak boleh kampanye. Biarlah nanti di bilik suara saja warga menentukan pilihan. Pilpres saja sudah dianggap perang saudara. Apalagi pilkada? Perang dimana2. Permusuhan. Ribut antar keluarga, antar tetangga. Jangan kampanye, itu dosa. Demokrasi itu yes yes yes, iya iya saja. Tak usah bahas kinerja lawan dll.