Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label indonesia

Indonesia Resesi? Lo Aja Kelees

Baru baca tulisan salah satu judul video tv berita nasional di youtube soal Indonesia mendekati jurang resesi. Lalu saya teringat dulu tinggal di salah satu kampung di kalimantan. Orang2nya kalau ingin gorengan tinggal nyabut singkong di halaman rumah. Kalau ingin sayuran, juga nyabut di sekitar rumah. Buah pun demikian, petik di depan rumah. Orang2 ini rasanya tidak sesuai dengan kata2 resesi. Mereka punya cadangan pangan yang tak tergerus oleh nilai rupiah atau neraca impor. Yang bakal kena resesi adalah mereka yang mati2an menjaga harga hasil tani dan ternak di angka serendah mungkin, supaya mereka tetap bisa pulang kampung sambil petantang petenteng di hadapan petani sebagai ORANG KANTORAN.  Yang bakal kena resesi itu adalah mereka yang jijik mengolah tanah di kampungnya dan memilih menjadi ORANG KANTORAN meninggalkan kampung halaman. Yang bakal kena resesi adalah mereka yang muncul di TV kemudian merasa sanggup untuk membeli rumah mewah dengan cicilan ratusan juta per bulan....

Viva Cek Fakta atau Hoax

Buat VIVA tolong dicek dong ini hoax atau fakta. Tolong dimuat juga dong di viva.co.id atau vivanews. Masak VIVA ngurusin berita hoax yang PKI doank hehe republika.co.id    Pembantaian Ulama dan Santri: Darah di Madiun September 1948 pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948, bukanlah membela diri seperti dikatakan Aidit Selasa , 02 Oct 2018, 05:01 WIB Pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948. Red: Muhammad Subarkah  Oleh: Andy Ryansyah, Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) Seorang antropolog Amerika, Robert Jay, yang mulai tahun 1953, turun ke Jawa Tengah menggambarkan kekejaman PKI. “Mereka menggunakan kekuatan mereka untuk melenyapkan bukan saja para pejabat pemerintah pusat, tapi juga penduduk biasa yang merasa dendam. Mereka itu terutama ulama-ulama tradisionalis, santri dan lain-lain yang dikenal karena kesalihan mereka kepada Islam. Mereka ini ditembak, dibakar sampai mati, atau dicincang-cincang, kadang-kadang ketiga-tiganya sekaligus. Masjid dan madrasah dibakar, rum...

Rasisme di Papua

Beberapa Universitas di Indonesia tampaknya sedang tertarik dengan masalah rasisme. Ya seperti biasanya anak2 muda ini senang dengan kekinian. Dan isu yang kekinian adalah rasisme. Sejak kematian George Floyd yang diduga terjadi karena kekerasan polisi AMERIKA SERIKAT, ribuan orang di AMERIKA SERIKAT mulai sadar untuk melihat ke dalam. Bahwa kenyinyiran mereka selama ini kepada negara lain itu salah. Negara mereka sendiri buruknya tak main2. Tapi tentu kuman di ujung sana keliatan, gajah di pelupuk mata tak kelihatan.  Daaaan.....n bukan anak muda Indonesia namanya kalau tidak mengimpor sesuatu dari luar padahal kuper di lingkungannya. Contoh gampangnya adalah soal emansipasi. Seorang gadis muda curhat pada teman Belandanya soal kaum wanita indonesia yang begini dan begitu. Padahal di seberang sana Malahayati, Siti Rohana Kudus dkk sudah loncat2an kegirangan dengan berbagai sepak terjang mereka di dunia kerja. Si Belanda tentu saja senang masih ada gadis muda kuper yang tidak tahu ...

Pembatasan Kendaraan Dulu atau Kendaraan Umum Dulu

Sudah sering kita mendengar ada tokoh masyarakat yang menyayangkan adanya kebijakan ganjil genap yang diterapkan bagi kendaraan bermotor.  Pasalnya, pernyataan itu semakin mengacaukan semangat kita bersama untuk mengurangi kemacetan di perkotaan. Alasannya selalu kebijakan tersebut tidak disertai dengan transportasi umum yang sudah siap untuk menujang kebutuhan mobilitas manusia, terlebih di masa pandemi Covid-19.  Padahal itu sama saja artinya dengan ngotot harus ada telur dulu sebelum ayam. Tidak ada yang benar. Tidak ada yang salah. Anda mulai dengan ayam dulu, boleh. Anda mulai dengan telur dulu boleh. Bukan untuk saling menyalahkan.

Olahraga Demi Gengsi atau Masalah Kesehatan Masyarakat?

Judul sebuah berita soal Rangking Indonesia di FIFA sedikit menarik. Soalnya menurut saya apa kontribusi rangking timnas di FIFA kepada status kesehatan masyarakat. Apakah dengan timnas sepakbola menanjak lebih tinggi dalam rangking FIFA lalu jumlah penyakit jantung di Indonesia menurun drastis? Ya, mungkin semuanya hanya soal prestise. Soal gengsi kenegaraan. Dan sampai lebaran keong pun gengsi tak akan bisa membeli nasi uduk, apalagi kesehatan masyarakat.  Timnas bola, atau tepatnya sepakbola profesional, toh hanya akan memperkaya mereka yang hobi sepakbola. Pemain, pelatih, klub. Dampaknya terhadap masyarakat? Mereka bisa jualan baju dan makanan kecil saat pertandingan? Ya mereka juga bisa melakukan itu ketika ada berbagai acara. Maksudnya kalau memang tujuannya membuka lapangan kerja di sekitar itu, lalu kenapa pemerintah harus memberi perhatian khusus? Klo memang ingin berkembang sebagai industri, tentunya olahraga ya harus jadi industri. Industri tidak mengemis dana pada peme...

Kepastian Ibadah Haji 2020

Kementerian Agama Republik Indonesia sudah memutuskan pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun 2020. Sayangnya alasan utamanya yang ditampilkan di berita, karena pemerintah Arab Saudi tidak kunjung memberikan kepastian perihal penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Kemenag RI tidak mempunyai persiapan yang matang untuk keberangkatan jemaah haji yang rencananya akan dimulai pada 26 Juni, akhir bulan ini. Padahal hal ini sama dengan keputusan Singapura yang membatalkan keberangkatan rombongan haji mereka tahun ini dengan alasan KESELAMATAN JEMAAH MEREKA, BUKAN MENYALAHKAN SAUDI. Ya, tentunya mereka yang anti Arab dan Saudi, seperti pelaku insiden nyanyi2 Pancasila di saat berada di Mekah dulu pasti akan menyalahkan Saudi-nya. Jemaah haji asal Indonesia merupakan jemaah terbesar dari segi jumlah. Setidaknya ada sekitar 230.000 jemaah haji dari total jumlah jemaah haji dari keseluruhan yang jumlahnya mencapai 2.000.000 lebih jemaah haji. Jumlah khusus Indonesia, mengacu pada kuota 10 per...

Shalat Jumat 2 Gelombang Tidak Sah

republika.co.id MUI: Shalat Jumat Dua Gelombang Tidak Sah Shalat jumat dua gelombang tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Kamis , 04 Jun 2020, 18:00 WIB REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah lakukan kajian terkait shalat Jumat dua gelombang atau lebih dari satu kali. Menurut Ketua Umum MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama Yusnar Yusuf, shalat jumat dua gelombang tidak sah. Shalat jumat dua gelombang, menurutnya tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Jika umat muslim yang tidak bisa mengikuti shalat jumat maka diwajibkan untuk shalat dzuhur. Ia menambahkan, keputusan tersebut terdapat dalam Fatwa MUI Nomor lima tahun 2000 tentang pelaksanaan shalat Jumat dua gelombang. Fatwa tersebut dinilai masih relevan untuk menjawab permasalahan saat ini.   © 2019 republika.co.id - All Rights Reserved. Lagian kalau alasannya situasi tidak memungkinkan, lah bukannya itu artinya UDZUR? Yasudah shalat zuhur saja di rumah.  Tapi kan saya pengen jumatan Bang? Sama artiny...

Cebong dan Kampret Bukan Hanya di Politik

Kirain selama ini pendukung yang fanatik buta itu hanya di dunia politik saja. Ternyata, di dunia hiburan juga seperti itu. Dan agak mirip dengan pendukung bapak2 yang 'menggila' kepada petugas saat istrinya diminta pindah duduk saat PSBB, ini pun sama butanya. Mentang2 seorang youtuber yang tampak lemah, dibela mati2an padahal masalahnya belum jelas. Komentar2 pun membanjiri Rinni Idol seolah dia ingin ikut pansos lewat kepopuleran lagu itu. Padahal lagu sudah dinyanyikannya dari lama, waktu alay2 pendukung si Youtuber masih ngemut empeng. Terkait dengan take down-nya lagu Keke Bukan Boneka adalah diluar wewenang Rinni. Semua akhirnya adalah keputusan Sony Music Indonesia dan Novi Umar selaku pemilik hak cipta dari lagu Aku Bukan Boneka, yang dimana Sony Music sekarang bukan lagi label yang menaungi Rinni. Kenapa sampai youtube menuliskan 'Copyright claim by Rinni Idol - Aku Bukan Boneka'? Nah, video yang kena takedown sama youtube selalu menyertakan judul lagu dan pen...

Mudik Bukan Hanya Punya Indonesia

Daripada nanti orang2 picik yang termakan isu yang ditiupkan oleh Aseng, ngamuk2 lagi kalau ada sesuatu yang "punyanya" diambil Malaysia, lebih baik diluruskan dulu. Di lebaran2 yang lalu sering terdengar sayup2 "mudik hanya ada di Indonesia....". Yang tertangkap adalah "aktivitas bernama mudik hanya asa di Indonesia". Atau "orang pulang kampung saat hari raya itu cuma ada di Indonesia." Sesaat percaya dengan pernyataan itu. Hingga sampai tibanya covid19. Ternyata pemerintah Cina melarang warganya pulang kampung demi peringatan hari raya karena takut mereka malah memperluas penyebaran covid19. India pun demikian. Pakistan. Dan baru tau juga kalau thanksgiving pun dijadikan ajang berkumpul dengan keluarga oleh orang2 amrik. Jadi salah selama ini mereka yang ngeklaim kalau aktivitas pulang kampung saat hari raya hanya milik Indonesia. Pulang kampung saat hari raya dilakukan oleh penduduk di banyak negara. Bukan cuma Indonesia. "Mudik" ten...

Jamaah Haji Terprovokasi atau Diprovokasi?

Heran juga melihat jemaah haji yang rusuh gara2 batalnya pemberangkatan haji Indonesia tahun ini. Heran karena sebetulnya efeknya ke mereka itu apa sampai sebegitunya? Kehilangan kesempatan haji? Berarti sama dengan tidak terima pada takdir Allah. Seperti meratapi keluarga yang meninggal. Tidak terima pada keputusan Allah. Dan berprasangka buruk bahwa dia tidak akan diberik kesempatan berhaji oleh Allah di lain waktu. Lagipula tugas manusia hanya berusaha. Uang sudah disetor. Sudah masuk daftar antrian. Covidnya yang tidak terduga sebelumnya.  Lalu gagal haji lantas merajuk ngamuk kecewa pada keputusan pemerintah? Padahal alasan pemerintah itu logis dan jelas demi keselamatan. Sudah dijelaskan alasannya covid19 dan belum adanya kepastian dari pemerintah Saudi. Semua di luar kendali pemerintah. Lain kasus kalau pemerintah memang anti haji. Emang kalau pemerintah akhirnya memberangkatkan haji KARENA TUNTUTAN JAMAAH, udah siap nanti di akhirat disidang di hadapan Allah dengan status :...

Apa Nama Universitas di Padang?

Pertanyaan itu berasal dari temen. Menurutku aneh ada orang yang tidak kenal Universitas Andalas, perguruan tinggi tertua di Sumatra.  "Ga penting sih, jadi ga tau..." Jawaban yang awalnya memicu emosiku. Bukan karena masalah itu tanah kelahiranku. Tapi rasanya pengetahuan itu adalah pengetahuan umum dasar. Dan sedari tadi aku sudah berusaha untuk tidak mentertawakannya. Waktu SMP atau SMA rasanya nama universitas terkenal di Indonesia menjadi salah satu menu wajib hafalan. Sekali lagi UNIVERSITAS TERKENAL. Dan rasanya TERTUA DI SUMATRA sudah menjadi salah satu musabab UNAND harus dikenal alias dihafal. Klo universitas lain di sumatera bisalah ada alasan lupa. Tapi rasanya ini icon. Penting. Tapi kemudian dia bertanya lagi, apa gunanya diketahui? Membuatku kemudian coba memikirkan lagi emosiku di awal. Dan.........MEMANG TIDAK PENTING.  Semakin aku pikirkan, memang tidak ada gunanya mengingatnya. Apalagi di zaman Google. Semua informasi ada di angkasa. Kenapa harus dihafal? D...

Belajar Dari New Normal di Timur Tengah

Timur-Tengah setelah pandemi bukanlah Timur-Tengah sebelum pandemi. Timur-Tengah adalah wilayah yang terlebih dahulu menerapkan pelonggaran karantina dan bukan kebijakan kenormalan baru ( new normal)  karena tidak ada yang normal selama virusnya masih di situ. Dan kalau diperhatikan dengan seksama, negara2 Arab bukan pecundang yang akan menyerah menghadapi corona.. Uni Emirat Arab (UEA) adalah negara di kawasan ini yang melonggarkan karantina wilayah, bukan berdamai dengan corona seperti penafsiran Indonesia, tetapi berusaha bertahan sambil menunggu senjata terbaik melawan corona dengan membuka karantina di dua distrik ekonomi tersibuk mereka akhir April lalu. Jadi bukan membuka negara mereka habis2an. Tapi perlu dicatat, mereka juga satu di antara negara2 yang pertama melakukan karantina atau lockdown. Jadi gak sama dengan Indonesia yang maju mundur saat menghadapi corona, UEA justru bertindak cepat dengan memutuskan lockdown. Lockdown mereka pun ketat. Tidak boleh kel...

Musuh Pancasila Itu Adalah Agama?

Belakangan ini masyarakat menjadi sangat sensitif. Tapi yang menyebalkan bukan itu. Tapi suporter di belakangnya.  Viral seorang bapak ngamuk2 kepada beberapa orang petugas psbb. Ternyata alasannya gara2 si petugas meminta istrinya untuk pindah duduk ke belakang. Sebagai orang normal dan waras, rasanya wajar untuk mengikutinya. Memang di sisi lain wajar juga istri duduk di samping suaminya saat berkendara. Tapi ini semua kan karena protokol covid. Dan si petugas cuma meminta istrinya pindah ke belakang. Lain cerita kalau istrinya disuruh dorong mobil dari belakang atau bahkan pindah mobil. Lain cerita juga kalau si petugas minta istrinya goyang india.  Pantas juga si bapak marah atau emosi, tapi mungkin sebagai orang normal dan waras emosinya itu cuma disampaikan sekali dan bukan teriak2 seperti orang gila. Suporter yang mendukungnya pun berteriak di sosial media mendukung si bapak. Masih tidak aneh. Tapi kemudian ikut membully orang yang menyayangkan sikap si bapak. Alasannya...

Lirik Asli Lagu Genjer2 dan PKI

Genjer-genjer nong kedokan pating keleler Genjer-genjer nong kedokan pating keleler Emake thulik teka-teka mbubuti genjer Emake thulik teka-teka mbubuti genjer Ulih sak tenong mungkur sedhot sing tulih-tulih Genjer-genjer saiki wis digawa mulih Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar Dijejer-jejer diuntingi padha didhasar Dijejer-jejer diuntingi padha didhasar Emake jebeng padha tuku nggawa welasah Genjer-genjer saiki wis arep diolah Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak Setengah mateng dientas ya dienggo iwak Setengah mateng dientas ya dienggo iwak Sego sak piring sambel jeruk ring pelanca Genjer-genjer dipangan musuhe sega Terjemahan Bahasa Indonesia Genjer-genjer di petak sawah berhamparan Genjer-genjer di petak sawah berhamparan Ibu si bocah datang mencabuti genjer Ibu si bocah datang mencabuti genjer Dapat sebakul dia berpaling begitu saja tanpa melihat Genjer-genjer sekarang suda...

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...