Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label curhat

alhamdulillah

Alhamdulillah ada orang2 yang parno sama covid19, jadinya jalanan sepi, perjalanan mulus. Padahal biasanya ojol2 dan pengemudi motor sakit jiwa sudah saling sikut dan salip dengan cara yang tak kalah gilanya. Giliran tabrakan baru nampilin tampang memelas demi iba pengendara lainnya. Sebelum tabrakan? Sombongnya Firaun mah lewaaaaaat. Alhamdulillah Mal sepi, makan jadi ga takut tempatnya penuh. Ga takut juga dengan pengalaman makan diusir secara halus di Cirebln dulu. Lantaran pengunjung berikutnya pengen makan, dan mereka rombongan, saya yang sendirian terpaksa tahu diri dan beranjak segera setelah makan. Sekarang bisa makan dengan santai kayak di pantai. Alhamdulillah Orang yang belanja juga lebih jaga jarak. Di kondisi biasa pasti pantat udah dicolek2 sama ibu yang ngantri di belakang. Tau aja si ibuk kalau kita jomblo. Tapi pas diliatin, ternyata dia sdh sama anak dan suaminya. Kok berani2nya istri orang nyolek2 pantat cowok lain terang2an di depan anak dan suaminya? Oh Indonesia....

Apa Nama Universitas di Padang?

Pertanyaan itu berasal dari temen. Menurutku aneh ada orang yang tidak kenal Universitas Andalas, perguruan tinggi tertua di Sumatra.  "Ga penting sih, jadi ga tau..." Jawaban yang awalnya memicu emosiku. Bukan karena masalah itu tanah kelahiranku. Tapi rasanya pengetahuan itu adalah pengetahuan umum dasar. Dan sedari tadi aku sudah berusaha untuk tidak mentertawakannya. Waktu SMP atau SMA rasanya nama universitas terkenal di Indonesia menjadi salah satu menu wajib hafalan. Sekali lagi UNIVERSITAS TERKENAL. Dan rasanya TERTUA DI SUMATRA sudah menjadi salah satu musabab UNAND harus dikenal alias dihafal. Klo universitas lain di sumatera bisalah ada alasan lupa. Tapi rasanya ini icon. Penting. Tapi kemudian dia bertanya lagi, apa gunanya diketahui? Membuatku kemudian coba memikirkan lagi emosiku di awal. Dan.........MEMANG TIDAK PENTING.  Semakin aku pikirkan, memang tidak ada gunanya mengingatnya. Apalagi di zaman Google. Semua informasi ada di angkasa. Kenapa harus dihafal? D...

Kenapa Jangan Beli Dolar?

Amerika negara dengan hutang terbesar di dunia. Dia juga menjalankan Fiat money. Uang tidak dicetak berdasarkan jumalh emas atau komoditas yg dia punya. Tapi semaunya. Ya memang mereka akan berkelit "kami cetak berdasarkan ini dan itu" tapi tetap saja intinya tidak berdasarkan komoditas yang mereka punya. Alias kekayaan palsu.  Jadi membeli dolar, menyimpannya, sama saja membantu penipuan. Ketika orang lain, negara lain berusaha fair dengan menerbitkan uang sejumlah komoditas, dia sendirian bandel.  Jadi tanpa agama pun orang pantas membenci sebuah negara yang senang bertindak seenak perutnya sendiri. 

Sistem Pelonggaran PSBB Terbaik

Kalau harus begini dan begitu, terlalu rumit dan ambigu. Sebaiknya umumkan saja nama2 penderita covid19. Biarkan masyarakat menghindari mereka. Dengan demikia ada sistem reward dan punishment. Mereka yang menjaga jarak dengan disiplin, menjaga diri, mendapat reward berupa bisa bekerja dengan nyaman. Sementara mereka yang badung, ngotot jadi imam mesjid meskipun sakit, menulari jamaahnya, mereka yang tetap jualan bakso, meskipun sedang sakit, lalu menulari sekelilingnya, mereka yang malas pakai masker dan menjaga jarak, mereka yang ngotot dempet2an demi McDonald, akan mendapat punishment berupa sakit dan dijauhi masyarakat. Adil? Ya cukup adil. Ketimbang mereka tetap beraktivitas demi egoisme mereka, tapi cuek saja dengan nasib orang lain yang terkena.  Semoga pemerintah bisa memikirkan cara ini.