Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Ular Falak

Membaca atau menonton medsos memang perlu banyak berpikir. Jangan ditelan mentah2. Salah satunya tentang ular falak.  Ular ini diceritakan di medsos sebagai makhluk yg amat tangguh, kuat, ganas, menakutkan. Hewan ini tidak takut pada apapun, selain Allah.  Sampai di situ, org yg mabuk agama, alias beragama tanpa mikir, akan langsung jatuh cinta pada definisi itu. Tapi cobalah mencari tau lebih dalam lagi sebelum percaya.  Ternyata ular ini adalah karya fiksi dari SERIBU SATU MALAM. Ular ini digambarkan bisa menelan seluruh bumi dan 6 neraka. Sampai di sini anda yg punya logika tentu harusnya istighfar dan bersyukur donk. Karena rasanya deskripsi itu terlalu lebay.  Sama lebaynya seperti cerita fiksi ketika Rasulullah memotong jubahnya demi kucing yg tidur.  Jd, cerdaslah dalam membaca medsos. 

Padien Cerdas

Akhirnya setelah sekian lama menunggu, ketemu juga pasien cerdas.  Seorang pasien tidak cerdas pernah mampir di page klinik saya dan meninggalkan review berikut penilaian buruk. "Udah giginya sakit banget, ga DITINDAK lagi....." kurang lebih BERNADA seperti itulah komentarnya.  Tentu saja komentar itu menarik perhatian saya. Saya dokter gigi yg justru sangat banyak melakukan tindakan. Eh ini malah dibilang tidak mau melakukan tindakan pada pasien. Ada apa dengan org ini? Itu yg ada di pikiran saya.  Saya coba ingat2 lagi. Ternyata sering mengalami, pasien NGOTOT minta DIOBATI dulu, sebelum dicabut. Berkali2 pula saya MEMBALIKAN tuduhan mereka bahwa saya yg MEWAJIBKAN minum obat dulu sebelum pencabutan. Berkali2 pula saya menyadari bahwa mereka minta giginya DIBERSIHKAN dulu pada pertemuan itu. Dan akhirnya pasien cerdas ini datang dan mengeluarkan kesimpulan: "Kalau memang mau dicabut, kenapa gigi saya harus dimatikan syaraf dulu? Cabut mah cabut aja! Gitu juga dalam fik...

Kodrat Ibu2 Memang Melawan Aturan

Tiba2 lewat fyp saya soal aturan warisan dalam Islam. Ibu2 dapat 1 bagian sedangkan bapak2 dapat 2 bagian. Ustadz Khalid kemudian memberikan penjelasan kenapa.  Ya, bukan rahasia lagi klo banyak wanita yg protes soal pembagian ini. Apalagi feminis. Tapi bukan cuma ini. Dulu di Puskesmas Gunung Tabur, Kabupaten Berau, awalnya sy dapat bagian honor BPJS rata2 2,5 jt per bulan. Tiba2 turun jadi 1,5 jt per bulan. Usut punya usut, GOSIPnya, uang bpjs sy diturunkan karena pasien gigi sedikit. Entah benar atau tidak wallahualam. Padahal aturan dari bpjsnya pembagian uang bpjs itu bukan berdasarkan brp pasien yg masuk ruangan, tp berdasarkan persentase jumlah peserta bpjs di puskesmas itu. Ada lagi ketika bidan dan perawat magang diputuskan untuk diberi honor dari pemotongan uang bpjs tenaga kesehatan lainnya. Padahal pegawai magang itu sudah bikin perjanjian untuk tidak digaji selama magang. Sifat kerja mereka sukarela, bukan dipaksa, atau diperbudak.  Tapi itulah ibu2. Mereka senang...

Tambah Tua, Tambah Menahan Diri, Tambah Sabar

Kata orang sih begitu. Tapi setelah mencapai usia ini, sy tidak merasa demikian.  Maksudnya, yang saya rasakan bukanlah tambah sabar, tetapi makin banyak pengalaman, makin tahu mana yg harus ditanggapi, mana yg harus diabaikan. Mana yg kalau ditanggapi, dia makin jadi, mana yg tidak. Mana yg nyari masalah, mana yg betul2 punya masalah. So, saran buat yg masih muda, klo ingin hidup stabil, tinggalah di satu tempat untuk waktu yg lama. Loh kita kan harus liat dunia luar jg? Iya, silakan jalan2, liburan ke kota lain, negara lain, tp tetap alamat tinggal, kembali, di satu rumah yg sama.  Kenapa stabil? Karena dengan tinggal di satu tempat dalam waktu yg lama, anda akan menemukan masalah, dan dengan tetap di sana, anda akan belajar bagaimana caranya mengatasinya. Tapi tentunya itu butuh waktu untuk mempelajarinya.  Itu sebabnya orang yg sudah berumur tampak lbh bisa mengendalikan diri. Padahal bukan, dia tetap akan reaktif klo menghadapi masalah baru. Tapi klo yg datang masala...

Kalau Manusia Ikut Makan Rumput

Populasi herbivora meningkat tajam, populasi karnivora ikut naik, bukan tidak mungkin akan terjadi seperti film Planet of The Apes, tp versi dunia dikuasai hewan karnivora. Minimal akan lbh banyak konflik antara manusia dan hewan karnivora, karena jumlah mereka meningkat, tinggalnya jd berdekatan dan sering bertemu. Masalah bukan? Jadi buat org2 kufur nikmat yg mengharamkan daging, pikir lagilah. Allah menciptakan manusia sebagai omnivora itu bukan tanpa alasan.

Cinta yang Salah

Banyak pasien yg begitu sayang, begitu cintanya pada gigi geraham bungsu mereka. Ya, gigi geraham terakhir, ketiga, yg tumbuh di paling ujung rahang bawah maupun atas.  Kalau yg atas, biasanya suka ganggu gigi bawahnya, sedangkan tetangganya tidak. Kalau yg bawah? Ketika cinta anda terlalu besar pada orang yg salah, akibatnya semuanya jd rusak. Rahang sulit ditutup, sakit, gigi sebelahnya jadi berlubang, apalagi kalau posisi geraham bungsu tadi miring.  "Nanti klo dicabut gigi saya Ompong donk, dok?" Pertanyaan atau pernyataan awam yg sering muncul dari pasien. Bagaikan orang yang punya masalah pernafasan karena rokok, yg kesulitan bernafas, lalu menolak lehernya dilubangi demi jalan nafas yg lebih baik. "Nanti leher saya jelek donk, dok?" Kebayang sih gemesnya dokter kalau dengerin pernyataan ini 😂 Atau, bagaikan berandal yg kakinya harus diamputasi karena balap liar, lalu berkata, "Nanti saya gapunya kaki donk, dok?" Ya wajar memang, karena pernyataan i...

Kebutuhan Hidup Tidak Mahal, yang Mahal Itu Gaya Hidup

Klo di medsos ada video artis yang katanya banting tulang supaya bisa sekolahkan anak ke luar negeri. Ada lagi ibu2 yg curhat beratnya biaya pendidikan anaknya. Awalnya memang AUTO simpati. Tiba2 mikir, lah warren buffett bukan lulusan perguruan tinggi favorit di AS, Anies Baswedan, bukan lulusan S 1 luar negeri. Jokowi juga bukan. Chairul Tanjung, lulusan UI. Dan buaaaaanyaaaaak lg contoh, betapa yg menentukan keberhasilan seseorang itu bukan DIMANA dia sekolah, tp dari dalam dirinya sendiri, karakternya. Jadi rasanya aneh klau orangtua mati2an banting tulang supaya anaknya bisa sekolah di luar negeri, atau sekolah swasta elit indonesia. Seolah2 mendengar seseorang menangis karena tidak bisa makan di Richeese. Padahal kan ayam goreng biasa jg layak.  Tiba2 di tv ada berita : mencuri demi susu anak. Errornya combo. Pertama, ngasih makan anak dari hasil curian saja sudah error. Orangtua tolol mana yg ngasih makan anaknya dengan hasil curian? Lalu berharap hidup anak akan baik ke dep...

Dokter Islami

Dulu ada seorang yang katanya sudah bergelar dokter, tapi islami sekali. Katanya......dan saya yang memang ingin sekali mencari tau soal tips kesehatan islami, ala nabi, penasaran.  Tips kesehatan islami yg saya cari adalah yg ada sumber haditsnya, qurannya. Beberapa kali nemu di toko buku, judulnya NABAWI, ISLAMI, ALA RASUL dll, eeeeh pas dibaca dalamnya, hanya melayang di atas awan, alias membahas hal2 yg nenek2 jompo jg sudah tau, alias DANGKAL. Dan tentu saja ekspektasi sy sdh tinggi pada dokter ini. Saya coba tonton youtubenya. Akhirnya kesimpulan saya, penonton menyebut beliau ISLAMI hanya karena MEMBUANG IJAZAH DOKTER nya. Dengan kata lain, asal dia keliatab ANTIBARAT, ANTIDUNIA ya sudah, pasti islami. Saya coba paksakan, mungkin saya yg salah paham atau baru nonton sekali saja. Tapi kemudian semakin runyam. Beliau banyak mengambil info dari HASIL PENELITIAN, bahkan penelitian barat. Kalau begitu, bukan dari Rasul donk? Islaminya mannnnnnnaaa?  Semakin sering saya nonto...

Jomblo Itu Mengsedih?

Begitu sombong mereka yg sudah menikah. But, pikir2 lagi. Kenapa jomblo lbh ngenes daripada yg sudah berpasangan? Tidak ada tempat berbagi? Bukannya banyak y yg curhat klo pasangannya egois, maunya didengarkan, tidak sabar dalam mendengarkan. Maksudnya ketika ada masalah, berbagi beban.....bukannya masalah jd lbh banyak y? Dulu ketika sendiri, kamu bisa makan di mana saja kamu mau, setelah berpasangan? Harus kompromi dulu.  Nanti pas tua sendirian, susah lho! Baru saja di medsos ngeliatin bapak2 tua ditinggal mati istrinya, anak2nya jauh di kota, sibuk kerja, akhirnya dia sendirian di rumah. Belum lagi beberapa berita tv soal balita yg duduk di samping jenazah orangtuanya karena meninggal. Tetangga BARU MENGETAHUI setelah tercium bau busuk. Atau kisah lain seorang jompo yg meninggal sendirian di rumah dan BARU DIKETAHUI tetangga beberapa hari SETELAH TERCIUM BAU BUSUK. Anak2nya merantau ke KOTA dan TIDAK BISA DIHUBUNGI.  Artinya, sendiri ataupun berpasangan adalah pilihan terb...

Pergantian Nama Tuhan

Pada awalnya, klo merujuk ulama2 dan tulisan2 sejarah, semua menyebut Allah.  Eits, disclaimer dulu : ini bukan bahasan religi. Cuma meresapi salah satu perkembangan dunia maya.  Kemudian islam sampai di Indonesia, semuanya ada Allah nya. Ya Allah!  Lalu beberapa muslim malu, karena beberapa setan berwujud manusia di sekelilingnya merasa kepanasan dengan Allah. Alhasil munculah Yaelah! Oalah! Usaha si muslim tadi buat nutupin malu karena dibuli setan2 manusia tadi. Kemudian, setan2 manusia ini tak henti di situ. Daaan tahun 2000an munculah tren menuhankan LOTENG. Ya, artis2 kemudian malu mengucapkan Allah, dan menggantinya dengan YANG DI ATAS.  Next, gen Z tak mau kalah gilanya. Mereka juga merasa jijik mengucapkan kata ALLAH. Tapi khusus yg muslim ya. Klo yang kristen mah bangga2 aja nyebut YESUS. Muslimnya ketakutan, atau mungkin ya jijik tadi. Jadilah sekarang trend mengganti Allah dengan sebutan semesta, tiktok, youtube, angin. Mereka tidak lagi berdoa kepada All...

Cara Menutup Jok Motor

Kenapa banyak orang yg menutup jok motornya dengan dibanting. Ya, bukan TERBANTING alias gak sengaja, tapi DIBANTING, didorong. Padahal bukannya itu merusak ya?  Bukankah sebetulnya jok motor bisa terkunci dengan baik hanya dengan ditekan sedikit saja. Dibanting, iya klo pas ke lubangnya kena, klo ga pas? Bikin error jok jadinya.  Lalu kenapa banyak orang hobi MERUSAK DIRI SENDIRI seperti itu? Entahlah. Mungkin untuk mengungkapkan masalah2 besar di alam bawah sadarnya yg tak tuntas. 

Indonesia dan Janjian

Sebetulnya bagaimana sih konsep JANJIAN nya org Indonesia? Bener2 penasaran. Kenapa ada pasien yang ingin didaftarkan (artinya janjian ketemu dokter/pemeriksaan) di jam A, lalu parno dan terus menanyakan jam berapa tutupnya. Beliau takut nanti pas datang kliniknya sudah tutup. Kok bisa? Janjian di jam A bukankah artinya : jam A nanti Anda dan Saya akan bertemu. Kecuali kalau salah satu pihak tidak mengiyakan, atau salah satu pihak belum yakin dengan kesediaannya. Tapi klo sudah deal, sudah iya, oke, baik, dari kedua pihak, ya artinya Anda dan Saya akan ketemu di jam A. Otak saya second klo misalkan janjian dengan Anda jam A, tapi saya malah meuutup klinik sebelum jam itu. Atau memang saya sedang ingin berantem  sama orang😂 Ya jika Anda yang saya maksud membaca tulisan ini, atau kalian yg punya pemahaman yang sama dengan pasien ini, SAYA TIDAK BERMAKSUD MENGHINA. Hanya saja saya berharap kalian bisa meluruskan pemahaman kalian lagi tentang makna JANJIAN. Kepada pemerintah, mungkin ...

Kenapa Kebanyakan Orang yang Sudah Menikah Auto Jadi Ateis?

Iya. Mereka yg sudah menikah kerap jadi ateis dadakan. Mereka langsung lupa Allah. Langsung main klaim : "Ini semua karena usaha saya! Kalau Allah mau, tapi saya TIDAK BERUSAHA, maka KEINGINAN Allah tidak akan terjadi!". Fiuuuh mengerikan sedikit di bawah Firaun.  Mereka lupa bahwa Allah sudah menuliskan jodoh mereka ribuan tahun sebelum ruh ditiupkan. Mereka lupa bahwa kedudukan mereka hamba, bukan SETARA dengan Allah. Jadi mau mereka usaha atau tidak, jika Allah berkehendak, maka akan terjadi. "Ya tapi kita ga bisa diam saja donk!" Begitu mungkin pesan yg sering mereka sampaikan. Tapi, memangnya bisa seorang hamba DIAM saja? Coba DIAM SAJA 1 menit. Artinya betul2 diam, paru2mu jg diam. Bisa tidak?  Jadi kenapa mereka seperti qarun? Yg sombong berkata : "Ini semua terjadi karena usahaku!"  Dan kenapa mereka cuma berani bicara soal nikah seperti itu? Cobalah bicara soal penghasilan dg penarik becak di jalanan, atau petani miskin. Katakan pada mereka :...

Namanya Siapa Ka?

Dan kejadian sejadi2nya. Asisten kebingungan mencari rekam medik salah satu pasien karena namanya tidak berhasil ditemukan. Usut punya usut, ternyata dia mendaftarkan diri dengan nama lengkap, pas dtg lagi menjawab dengan nama panggilan, yang juga bukan nama depannya. Awalnya saya pikir fenomena ini cuma terjadi pada bocil2 kelahiran tahun 2000an. Misalnya, bukan nama sebenarnya ya, namanya Deddy Cahyadi, tapi ketika ditanya nama untuk ditulis di rekam medik jawabnya Cahyadi, atau Cahya. Bahkan yg lebih parah, dia menjawab ADI.  Tapi setelah banyak pasien, ternyata kenyataan pahit ini juga dilakukan oleh bapak2, om dan tante. Padahal bukankah sebuah logika umum bahwa jika ditanya dalam urusan resmi (atau klinik kesehatan dianggap urusan main2?) anda sebaiknya menjawab dengan NAMA LENGKAP. Memangnya ketika mengurus KTP atau SIM, anda bakal tulis ADI sebagai nama anda? Bukan Deddy Cahyadi?  Jangan samakan institusi resmi, urusan resmi, dengan foodcourt atau restoran. Klo di rest...

Yaman Dilanda Kelaparan, Gimana Drun?

Postingan salah satu orang yang kemungkinan ikut kecewa dengan muslim negeri ini. Mungkin dia ingin menggambarkan betapa buruknya kehidupan di Timur Tengah, tanah yg katanya tempat lahirnya Islam, satu2nya agama yang terjaga di dunia. Tiba2 jadi ingat pembunuhan Raja Faisal di Saudi. Pembunuhan ini terjadi tak lama setelah sang raja menutup suplai minyak untuk amerika serikat karena AS membela Israel. Sebuah tindakan yg amat tegas dan keras dari seorang raja Saudi. Tentu saja bukan yahudi namanya kalau tidak cerdik. Mereka berhasil menciptakan skenario pembunuhan terhadap raja Faisal. Akhirnya suplai minyak untuk as kembali normal.  Setelah mengingat2 kembali. Sebuah negara menjadi maju karena ilmu pengetahuan. Begitu juga yg terjadi di kawasan Timur Tengah di masa2 keemasannya. Berbagai riset, penemuan, penjelajahan dilakukan. Di saat ilmuwan meneliti, mengkaji, tentara mereka menyebar ke luar. Agresi, itulah kunci untuk memindahkan MASALAH dari dalam negeri, ke luar negeri. Itula...

Males Nonton Film Indonesia?

Ga semuanya sih. Tapi beberapa film memang ga enak ditonton. Bukan cuma soal jalan cerita yang terlalu dangkal, tapi juga soal aktingnya.  Aktor Indonesia, cmiiw, memasuki dunia film berdasarkan pertemanan, atau hubungan lain yg kurang lebih tercakup dalam satu kata, yaitu NEPOTISME. Akibatnya tentu saja jarang aktor yg punya akting bagus. Yang ada ya aktor dengan akting berlebihan, atau kurang sama sekali. Untuk berada di level 50 plus minus, alias mendekati pas, rasanya sulit.  Deddy Mizwar, Tio Pakusadewo, atau Ray Sahetapi rasanya tak sembarangan melepas teriakan ketika marah. Intinya tak perlu gestur berlebihan, org paham dari mimik mukanya, dia sedang apa. Klo aktor2 muda? Ketika marah merasa harus teriak. Ketika bahagia, merasa tawanya harus mengisi dunia. Ketika sedih, tangisnya harus banjir. Ditambah lagi ketika akting jadi orang kaya atau anak JKT, gesturenya jadi ngopipaste bule2 di film. Padahal kan gesture Indonesia ga sama dengan bule. Contohnya saja India, goyan...

Netflix Bangkrut?

 Mungkin ga sampai bangkrut atau dengan kata lain BELUM. Tapi setidaknya anjloknya saham Netflix menunjukan ada sesuatu yang tidak baik sedang terjadi di sana. Netflix katanya kehilangan 200 ribu pelanggan hanya dalam waktu singkat. Rasanya masih jelas dalam ingatan ketika Netflix dengan gagah berani berinvestasi milyaran dolar, yang tentu saja hasil MINJEM, dengan basis data asumsi atau prediksi pengeluaran pelanggannya di MASA DEPAN. Jadi dengan kata lain, Netflix berani bikin film2 sendiri dengan alasan pelanggan mereka diprediksi akan terus naik dan pendapatan itu akan bisa menutupi pengeluaran investasi mereka saat ini. Ya, begitulah. Sebuah perusahaan BERSPEKULASI, bahwa mereka akan untung besar di MASA DEPAN, dengan berbasis data saat ini. Tapi apa salahnya? Bukankah semua perusahaan memang seperti itu? Ya tentu saja. Kita bikin usaha kan karena melihat PROSPEK masa depan. Tapi kemudian yang membedakan adalah bagaimana langkahmu menggapai prospek itu. Perusahaan yang sehat, ...

PPKM Menciptakan Kerumunan

Hari ini sy ada perlu ke Bekasi Kota yg tidak bisa ditunda. Sampai di stasiun Bekasi, kereta yg biasanya sdh ada, ternyata belum datang. Yg ada kerumunan calon penumpang menunggu kereta. Katanya PPKM dibuat untuk mengurai kerumunan. Tapi kenyataannya? Malah menciptakan kerumunan di mana2. 

Susu Penyembuh Covid

Awalnya memang penasaran sama susu ini, susu lansia, susu bayi, susu ototlah, dan jenis2 susu lainnya. Sebelum akhirnya sy baca sebuah artikel marketing. Di situ disebutkan bahwa sebenarnya itu teknik marketing. Bahwa susu apapun, bagus untuk lansia. Susu apapun bisa untuk menggemukan badan. Susu apapun, bisa dijadikan pengganti makanan sehari2, buat diet. Susu apapun, bagus untuk anak2 dan pertumbuhan tulang. Tapi si produsen ingin membuat seolah2 susunya ISTIMEWA. Berbagai teknik pun dirancang. Yang sederhana, tentunya ngiklan. Yg lebih rumit, SEWA BUZZER. Akhirnya semua org percaya, susu A untuk lansia, B untuk balita, dan C untuk olahraga. Padahal sama. Oiya susu APAPUN maksudnya, semua susu sapi ya. Lah kok kenapa sekarang heboh susu A2? Come on. Semua jenis susu sapi itu bermanfaat. Dan salah satu teknik marketing paling top di dunia KESETANAN alias KESEHATAN adalah CIPTAKAN KETAKUTAN. Buatlah seolah2 klo tidak dapat A2 anda bakal jadi orang paling tolol di dunia. Padahal tidak s...