Waktu baca bahwa pemerintah akan melonggarkan aturan tentang penjualan minuman keras, alias mempermudah masyarakat mendapatkannya saya jadi ingat 2 hal.
Pertama, tindakan konyol Muhammad Hatta yang islamphobia dan mengubah teks sila pertama Pancasila yang sebetulnya sudah disetujui oleh seluruh wakil rakyat, bahkan kaum minoritas. Akibatnya Indonesia menjadi negara dengan minoritas muslim terbesar di dunia. Penduduk muslimnya banyak, tapi diperlakukan bak minoritas, tidak bisa apa-apa.
Kedua, saya ingat sebuah spanduk besar yang dipasang di salah satu dinding bangunan di Manado. Sebuah spanduk keprihatinan. Saya tidak mau panjang lebar, tapi sebaiknya jika anda ke Manado sempatkanlah membaca isi spanduk ini.
Munafik, sangat munafik. Mereka yang membuat peraturan adalah orang-orang yang fobia pada aturan yang menuntun pada kebaikan. Sementara, di daerah mereka sebetulnya menjerit karena masalah yang muncul akibat barang haram. Tapi di pusat, karena kefanatikannya pada salah satu agama, membuat mereka menutup mata pada peraturan yang mereka tahu berdampak baik pada masyarakat.
Akibatnya, masyarakat di daerah pun ribut ketika barang haram hendak dilarang, demi, atas nama kefanatikan buta terhadap salah satu agama, mereka tetap ingin barang haram dijual bebas. Padahal mereka sendiri tahu kalau barang haram baiknya diperketat aturannya, bahkan dilarang sama sekali
Selamat atas kemunafikan kalian di pusat maupun di daerah. Kelak kalian akan tahu bagaimana rusaknya hidup kalian, anak-anak cucu kalian, karena barang haram yang kalian biarkan beredar bebas.
Selamat munafik.
Pertama, tindakan konyol Muhammad Hatta yang islamphobia dan mengubah teks sila pertama Pancasila yang sebetulnya sudah disetujui oleh seluruh wakil rakyat, bahkan kaum minoritas. Akibatnya Indonesia menjadi negara dengan minoritas muslim terbesar di dunia. Penduduk muslimnya banyak, tapi diperlakukan bak minoritas, tidak bisa apa-apa.
Kedua, saya ingat sebuah spanduk besar yang dipasang di salah satu dinding bangunan di Manado. Sebuah spanduk keprihatinan. Saya tidak mau panjang lebar, tapi sebaiknya jika anda ke Manado sempatkanlah membaca isi spanduk ini.
Munafik, sangat munafik. Mereka yang membuat peraturan adalah orang-orang yang fobia pada aturan yang menuntun pada kebaikan. Sementara, di daerah mereka sebetulnya menjerit karena masalah yang muncul akibat barang haram. Tapi di pusat, karena kefanatikannya pada salah satu agama, membuat mereka menutup mata pada peraturan yang mereka tahu berdampak baik pada masyarakat.
Akibatnya, masyarakat di daerah pun ribut ketika barang haram hendak dilarang, demi, atas nama kefanatikan buta terhadap salah satu agama, mereka tetap ingin barang haram dijual bebas. Padahal mereka sendiri tahu kalau barang haram baiknya diperketat aturannya, bahkan dilarang sama sekali
Selamat atas kemunafikan kalian di pusat maupun di daerah. Kelak kalian akan tahu bagaimana rusaknya hidup kalian, anak-anak cucu kalian, karena barang haram yang kalian biarkan beredar bebas.
Selamat munafik.
Komentar
Posting Komentar