Kata orang, tampilan saya kalau lagi pakai baju biasa ga kayak dokter. Jadilah banyak kejadian menarik gara2 fakta ini. Salah satunya waktu ada pasien cewek dari salah satu perusahaan ternama di Berau. Ketok pintu. Saya jawab dari dalam ruang praktek, sambil buru2 ngumpetin camilan (ga enak nanti diminta). "Ya!" "Permisi, dokternya ada?" kata si mbak berfikir saya asisten dokter. "Ohya, dokternya bentar lagi ada mbak." Jawab saya iseng, mumpung kesel dikira asisten, kerjain aja. Tapi tetap pilih kata2 yang ga bohong. Setelah beberapa menit ngabisin camilin (laper banget soalnya), saya membuka pintu ruang praktek dan mempersilakan si mbak masuk. "Silakan mbak, dokternya sudah ada." ucap saya dengan selembut mungkin sambil senyum lebar, puas. Si mbak cuma mesem2 kayaknya pengen bunuh saya.
Tulisan-tulisan Dokter Assep ada di sini.