Langsung ke konten utama

Dokternya belum datang

Kata orang, tampilan saya kalau lagi pakai baju biasa ga kayak dokter. Jadilah banyak kejadian menarik gara2 fakta ini.

Salah satunya waktu ada pasien cewek dari salah satu perusahaan ternama di Berau. 

Ketok pintu.
Saya jawab dari dalam ruang praktek, sambil buru2 ngumpetin camilan (ga enak nanti diminta). "Ya!"

"Permisi, dokternya ada?" kata si mbak berfikir saya asisten dokter.

"Ohya, dokternya bentar lagi ada mbak." Jawab saya iseng, mumpung kesel dikira asisten, kerjain aja. Tapi tetap pilih kata2 yang ga bohong.

Setelah beberapa menit ngabisin camilin (laper banget soalnya), saya membuka pintu ruang praktek dan mempersilakan si mbak masuk. 

"Silakan mbak, dokternya sudah ada." ucap saya dengan selembut mungkin sambil senyum lebar, puas. 

Si mbak cuma mesem2 kayaknya pengen bunuh saya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.