Langsung ke konten utama

Ditipu Tukang Listrik

Saya berniat buka praktek baru. Sebagai persiapan saya mengajukan pemasangan meteran listrik baru, khusus untuk ruang praktek gigi.

Saya coba tanya di teman yg punya kenalan org PLN, katanya ongkosnya 6 jutaan untuk meteran 3500 watt. Saya coba cek online....eh ternyata cuma 3,5 jutaan. Kabar baik? Belum tentu.

Ketika hari pemasangan tiba, si tukang listrik beralasan 1 rumah tidak bisa 2 meteran. Maksudnya ruang praktek saya di dalam apotik, jadi dianggap bagian dari apotik. Saya pun minta solusi apa agar bisa dipasangi meteran. Si tukang cuma bilang tidak bisa. Tanpa solusi.

Ya sudah saya bilang batal saja. Sepakat.

Jengjengjeng.....

Pemilik apotik mengetahui kesulitan saya. Kemudian menghubungi salah satu tukang listrik langganannya. Si tukang baru ini kemudian menghitung2 instalasi yang akan saya buat di ruangan praktek dll. Keluarlah angka fantastis 2.7 juta, padahal cuma 2 colokan dan 2 lampu. Setelah nego turun jadi 2.5 juta. Tapi saya coba konfirmasi lagi,
"Jadi 2.5 juta, plus meteran udah dipasang pak ya? Ga hanguskan uang yang udah saya bayarkan online?" Selidik saya.

"Iya Pak Assep. Pokoknya beres." tukang listrik ini coba meyakinkan saya.

"Ok. Tapi saya bayar kalau sudah beres semuanya ya pak." Penutup dari saya.

"Oh ya tentu Pak" kailmat yang keluar dari mulut penuh ekspresi keberhasilan si tukang listrik. "Nanti bapak kirimkan saja data2 registrasi online bapak kemaren, buat saya urus ke PLN." Sambungnya.

Saya kemudian mencoba memahami apa yang sudah terjadi. Kesimpulan saya :
Akan ada kongkalikong antara si tukang kedua dan tukang pertama. Tukang pertama sebetulnya tau solusi apa yang  bisa diberikan tapi dia tidak mau memberikan dengan cuma2. Artinya harus ada uang tambahan.

Uang tambahan inilah yang ditawarkan nanti oleh tukang kedua kepada tukang pertama. Dari uang yang saya bayarkan.

Semoga ini bisa ditindaklanjuti oleh PLN, untuk memperbaiki sistem mereka. Karena ternyata sistem online pun masih bisa diakali oleh tenaga2 kotor dan busuk seperti tukang2 ini.

Semoga suatu saat nanti si tukang2 listrik ini punya anak yang jadi dokter gigi. Dokter gigi yang juga ditipu oleh tukang2 listrik kotor semacam mereka. Biar mereka bisa merasakan apa yang sedang saya rasakan saat ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Itu Gara2 Ulah Manusia Sendiri

Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...

5 Juli

Nayla datang untuk kontrol terakhir sebelum pernikahannya. Ia mengenakan dress putih. Cantik sekali. Katanya, ia ingin senyum terbaik di hari bahagianya. “Terima kasih, Dok. Kamu selalu sabar.” Aku ingin memeluknya, atau sekadar bilang jangan pergi… Tapi aku hanya berkata, “Senyummu… sudah sempurna sejak pertama kali kamu datang, Nay.” Itu hari terakhir aku melihatnya secara langsung.

KFC atau McD atau A&W?

Sebetulnya masih banyak ayam2 lainnya. Tapi semuanya saya kerucutkan menjadi 3 merek di atas. Dari ketiganya, saya pilih A&W.  Dulu pertama kali nyoba A&W itu bareng sepupu. Pesan paket dengan rootbeer yang bikin sepupu nanya : Assep minum bir? Ya namanya rootbeer tp isinya bukan minuman haram itu. InsyaAllah ga memabukan. Kayak soda biasa aja. Maksudnya jenia minumannya. Kalau rasanya.....hmmm unik. Mungkin lantaran di booth fastfood lain sudah pakai cocacola atau pepsi yang rasanya hampir2 mirip, jadinya pas nyobain rootbeer A&W berasa beda banget.  A&W itu rasa ayamnya unik. Entah kenapa bumbunya yang beda dengan yang lain menjadikan rasa ayamnya lebih asik di lidah. Mau yg original atau pun yang hot alias lebih pedas tidak membosankan. Tapi ini berlaku di jawa saja ya. Saya trauma nyobain A&W kalimantan timur. Soalnya rasanya beda. Semua kenangan saya akan rasa A&W jadi rusak di sana. Kalau dari segi harga, memang lebih mahal dibanding yang lain. Ma...