Langsung ke konten utama

Pabrik Dokter dan Dokter Gigi

Ada yang agak aneh dalam komentar2 yang bermunculan di media massa berkaitan dengan jumlah tenaga kesehatan di Indonesia yang dikatakan tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Jumlah dokter dan dokter gigi dikatakan terlalu sedikit.

Tiba2 muncul komentar dari salah satu menteri saat itu yang akan menggenjot jumlah dokter dan dokter gigi. Aneh, emangnya dokter dan dokter gigi itu diproduksi dalam bentuk saset di pabrik, bisa seenaknya digenjot produksinya. Padahal nanti kalau ada dugaan malpraktek, yang disalahkan juga sistem pendidikan dokter dan dokter gigi juga.

Lingkaran setan memang, setannya ya pemerintah yang senang betul mengadu domba dokter/dokter gigi dan masyarakat demi perolehan suara di pilkada atau pemilu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.