Langsung ke konten utama

Ateis

Banyak orang mengaku percaya Allah, tapi nyatanya tidak. Akibatnya berbuat sekehendak hati lalu jika diingatkan jawabnya : memangnya orang di Arab sana lebih baik dari kita?

Tidak percaya kalau rezeki itu jaminan Allah, akhirnya ngamuk pada ojek online. Iri dengki memenuhi jiwa padahal bukan ojek online yang mengambil rezeki mereka. Padahal warga benci "ngetem" tapi karena ateis yang disimpulkan justru benci angkot. Merasa rugi kalau jalan terus dan ngotot "penuh baru berangkat". Siapa penumpang yang akan tahan. Padahal kan penumpang kadang nunggu di pinggir jalan, bukan di terminal.

Tidak percaya pada jaminan Allah akhirnya menetapkan aturan ini itu yang sebetulnya mempersulit ekonomi masyarakat. Pajak ini dan itu. Mana ada investor yang mau masuk kalau dipalakin terus menerus. Bukankah singapura menjadi makmur karena bebas pajak dulu? Batam?

Tidak percaya pada Allah akhirnya memberi subsidi ini dan itu pada masyarakat. Akhirnya defisit anggaran. Pusing sendiri.

Tidak percaya pada kuasa Allah, akhirnya harga pasar mau dikendalikan. Impor dibuka kalau harga barang naik. Akibatnya banyak korupsi. Kewalahan. Pusing sendiri.

Kalau percaya Allah ya percaya saja. Jalankan sesuai perintahnya, beres. Lah kalau mikir sendiri emang beres? Pusing sendiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...