Earth hour dg kegiatan populernya yaitu mematikan lampu dan alat listrik selama 1 jam memang ngetren.
Saya gunakan kata ngetren karena memang sekadar tren saja. Toh kami yang tinggal di luar Indonesia (maksudnya luar Jawa) sudah terbiasa dg pemadaman bahkan lebih dari 1 jam. Jadi buat kami suplai listrik yg memadai justru adalah masalah utama. Bukan soal merasakan hidup tanpa listrik hanya 1 jam.
Tapi ya artis2 Tong Kosong tentu saja ingin mengikuti tren ini karena memang akan terkesan eksis dan high class, international class. Padahal kalau ditanya soal lingkungan, wawasannya ga akan lewat dari jaga kebersihan dan penghematan. Ibarat kata, mereka mengkampanyekan puasa pada masyarakat miskin Afrika.
Alangkah baiknya jika mereka mengkampanyekan pembangunan pembangkit listrik di luar Indonesia (luar Jawa). Mungkin akan lebih "jelas" daripada sekedar jadi Tong Kosong demi tren alias ikut2an.
Saya gunakan kata ngetren karena memang sekadar tren saja. Toh kami yang tinggal di luar Indonesia (maksudnya luar Jawa) sudah terbiasa dg pemadaman bahkan lebih dari 1 jam. Jadi buat kami suplai listrik yg memadai justru adalah masalah utama. Bukan soal merasakan hidup tanpa listrik hanya 1 jam.
Tapi ya artis2 Tong Kosong tentu saja ingin mengikuti tren ini karena memang akan terkesan eksis dan high class, international class. Padahal kalau ditanya soal lingkungan, wawasannya ga akan lewat dari jaga kebersihan dan penghematan. Ibarat kata, mereka mengkampanyekan puasa pada masyarakat miskin Afrika.
Alangkah baiknya jika mereka mengkampanyekan pembangunan pembangkit listrik di luar Indonesia (luar Jawa). Mungkin akan lebih "jelas" daripada sekedar jadi Tong Kosong demi tren alias ikut2an.
Komentar
Posting Komentar