Beberapa waktu yg lalu saya dengar partai politik minta dana bantuan pemerintah untuk partai dinaikan. Alasannya ini itu. Tapi haruskah?
Kenyataannya partai yang diharapkan mengkader orang malah lebih sering main comot kalau ada orang bagus yang bukan kader partainya. Beberapa partai "bagus" pun yang awalnya mengkader, belakangan mulai ikut2an "beli jadi". Tapi syukurlah tidak seperti PKI Perjuangan yang mengemis2 pada salah satu tokoh untuk dijadikan calon, padahal awalnya tokoh tersebut sudah sempat mengeluarkan statement yang bernada "anti parpol".
Partai dengan sumbangan besar dari pemerintah saat ini, dengan dalih pendidikan politik masyarakat, sejatinya tak lebih dari penonton alay bayaran di acara2 tv. Betapa tidak, mereka hanya bertugas menghebohkan "tayangan" pemilu atau pilkada. Sementara itu kader yang dijanjikan tidak pernah muncul ke hadapan. Kalau kader yang pintar ngomong banyak. Tapi kader yang betul2 muncul jadi pemimpin dambaan masyarakat? Hmmm....
Kenyataannya partai yang diharapkan mengkader orang malah lebih sering main comot kalau ada orang bagus yang bukan kader partainya. Beberapa partai "bagus" pun yang awalnya mengkader, belakangan mulai ikut2an "beli jadi". Tapi syukurlah tidak seperti PKI Perjuangan yang mengemis2 pada salah satu tokoh untuk dijadikan calon, padahal awalnya tokoh tersebut sudah sempat mengeluarkan statement yang bernada "anti parpol".
Partai dengan sumbangan besar dari pemerintah saat ini, dengan dalih pendidikan politik masyarakat, sejatinya tak lebih dari penonton alay bayaran di acara2 tv. Betapa tidak, mereka hanya bertugas menghebohkan "tayangan" pemilu atau pilkada. Sementara itu kader yang dijanjikan tidak pernah muncul ke hadapan. Kalau kader yang pintar ngomong banyak. Tapi kader yang betul2 muncul jadi pemimpin dambaan masyarakat? Hmmm....
Komentar
Posting Komentar