Langsung ke konten utama

Prioritas Untuk Jamaah Haji Usia 75 th?

Sejak mengikuti pengajian2 ulama, insyaAllah, lurus di Youtube pemahaman sy tentang Islam sedikit bertambah. Salahsatunya perihal "berlomba dalam kebaikan".

Ibadah adalah salahsatu dari bentuk kebaikan. Berlomba, saing2an dalam ibadah justru disukai dalam agama. Ibaratnya andai niatmu riya sekalipun ga akan ngaruh pada dampak kebaikan yang ditimbulkannya pada dunia sosial (menurut pendapat saya lho).

Haji adalah ibadah yangsedang jadi ajang rebutan. Karena antriannya, saya saja baru dapat 2040. Hanya saja, semangat berlomba dalam kebaikan ini terasa "dicurangi" oleh pemerintah. Mereka memprioritaskan (terdengar sebagai memajukan jadwal) calon haji yang usianya 75 tahun ke atas. Sakit rasanya.

Koreksi saya jika salah, tapi setahu yg saya dengar dari ulama bahwa ketika shalat berjamaah pun kita tidak boleh memberikan shaf pertama meskipun kepada Ayah kita sendiri, jika beliau terlambat datang ke mesjid. Bahkan di barisan jihad pun tidak boleh mundur di belakang Ayah kita. Kita harus berada paling depan menyambut serangan musuh demi syahid lebih dahulu.

Jadi saya rasa tidak perlu perubahan dalam aturan haji. Apakah pemerintah tuli dengan kritikan dunia bahwa indonesia adalah salah satu "overregulated country in the world"? Negara terlalu banyak aturan. Dan jujur saja pemerintah pun kewalahan mengawasi berbagai aturan yang mereka buat. Srkarang malah mau nambah2in.

Bukan salah si muda jika dia duluan mendapat porsi haji. Bukan si muda yang merampok si tua sehingga beliau telat memenuhi jumlah ONH. Biarlah mengalir apa adanya, selama tidak ada haram di dalamnya. Apa yang salah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...