Langsung ke konten utama

DONASI! DONASI!

Gara2 kasus Cak Budi yang sempat heboh saya jadi tertarik buat ngajak temen2 untuk donasi membantu sesama.

Silakan transfer bantuan atau donasi ke rek. BCA an. Assep Purna Mulyanto di 7770940154. Dan konfirmasi via 081320111681.

Visi saya "Menjadi program donasi paling terpercaya dan sukses di Indonesia"

Misi :
1. Membantu sesama muslim yang membutuhkan bantuan ekonomi.
2. Mengadakan kajian keislaman yang meningkatkan pengetahuan dan keimanan sesama muslim.

Setiap bantuan akan disalurkan sesuai tuntunan agama Islam. Tapi mengingat tafsiran yang berbeda2, maka tafsiran saya pribadilah yang akan digunakan. Jika anda tidak berkenan, silakan jangan berikan donasi anda kepada rekening di atas.

Ayo kita sama2 membantu umat agar mandiri dari tekanan ekonomi kaum kafir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.