Pagi ini saya mendengarkan pandangan seorang menteri, hasil dari liputan salah satu TV provokator dan terkenal anti Islam, anti demokrasi. Sudah beberapa kasus hasil liputan yang dipelintir yang saya dapati dari TV satu ini.
Namun demikian, komentar si menteri rasanya memang sejalan dg salah satu pernyataan pejabat di atasnya yang liputannya waktu itu sempat saya tonton di tv lain.
Saya sebut provokasi sepoi2 karena memang halus. Kalau muslim marah, gampang digebok dengan ngelesan : "kan saya ga ngomongin soal Islam? Situ aja yang sensitif."
Pernyataan ini dengan menyandingkan kata "terorisme" yang disepakati semua orang tidak mengenal agama dengan "intoleran" yang berhubungan dengan agama. Ya si provokator bisa, sangat bisa ngeles bahwa "intoleran" bisa juga digunakan untuk paham, pemikiran dll. Tapi hati mereka saja yang akan mempertanggungjawabkan kelak, apa sebetulnya arah mereka.
"Terorisme adalah ancaman nyata. Apalagi dengan maraknya aksi2 intoleran yang terjadi belakangan ini."
Kurang lebih demikian kutipan yang sampai di telinga saya.
Simpan saja "persepsi" anda terhadap pernyatan itu untuk berurusan dengan Allah kelak. Kalau sama saya? Pasti anda bisa ngeles dengan sempurna.
Namun demikian, komentar si menteri rasanya memang sejalan dg salah satu pernyataan pejabat di atasnya yang liputannya waktu itu sempat saya tonton di tv lain.
Saya sebut provokasi sepoi2 karena memang halus. Kalau muslim marah, gampang digebok dengan ngelesan : "kan saya ga ngomongin soal Islam? Situ aja yang sensitif."
Pernyataan ini dengan menyandingkan kata "terorisme" yang disepakati semua orang tidak mengenal agama dengan "intoleran" yang berhubungan dengan agama. Ya si provokator bisa, sangat bisa ngeles bahwa "intoleran" bisa juga digunakan untuk paham, pemikiran dll. Tapi hati mereka saja yang akan mempertanggungjawabkan kelak, apa sebetulnya arah mereka.
"Terorisme adalah ancaman nyata. Apalagi dengan maraknya aksi2 intoleran yang terjadi belakangan ini."
Kurang lebih demikian kutipan yang sampai di telinga saya.
Simpan saja "persepsi" anda terhadap pernyatan itu untuk berurusan dengan Allah kelak. Kalau sama saya? Pasti anda bisa ngeles dengan sempurna.
Komentar
Posting Komentar