Langsung ke konten utama

Provokasi Sepoi2 Ala Pejabat

Pagi ini saya mendengarkan pandangan seorang menteri, hasil dari liputan salah satu TV provokator dan terkenal anti Islam, anti demokrasi. Sudah beberapa kasus hasil liputan yang dipelintir yang saya dapati dari TV satu ini.

Namun demikian, komentar si menteri rasanya memang sejalan dg salah satu pernyataan pejabat di atasnya yang liputannya waktu itu sempat saya tonton di tv lain.

Saya sebut provokasi sepoi2 karena memang halus. Kalau muslim marah, gampang digebok dengan ngelesan : "kan saya ga ngomongin soal Islam? Situ aja yang sensitif."

Pernyataan ini dengan menyandingkan kata "terorisme" yang disepakati semua orang tidak mengenal agama dengan "intoleran" yang berhubungan dengan agama. Ya si provokator bisa, sangat bisa ngeles bahwa "intoleran" bisa juga digunakan untuk paham, pemikiran dll. Tapi hati mereka saja yang akan mempertanggungjawabkan kelak, apa sebetulnya arah mereka.

"Terorisme adalah ancaman nyata. Apalagi dengan maraknya aksi2 intoleran yang terjadi belakangan ini."
Kurang lebih demikian kutipan yang sampai di telinga saya.

Simpan saja "persepsi" anda terhadap pernyatan itu untuk berurusan dengan Allah kelak. Kalau sama saya? Pasti anda bisa ngeles dengan sempurna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...