Langsung ke konten utama

Tengilnya Oknum2 Penyembah Pancasila dan Merah Putih

Sudah berulangkali tokoh muslim maupun nonmuslim menegaskan, radikalisme bisa ditekan hanya dengan KEADILAN. Bukan bersikap tengil ala beberapa oknum penyembah Merah Putih.

Islam sudah jadi diakui sebagai filosofi hidup lebih dari 1,5 milyar manusia di dunia. Pancasila baru 250 juta saja, tapi tengil oknumnya minta ampun.

Islam sudah "jadi" semenjak 1400 tahun lebih. Pancasila baru 70 tahun. Tapi tengilnya oknum penyembahnya minta ampun.

"Pembawa" Islam pun sudah jelas lewat para Nabi dan Rasul. Sementara Pancasila? Yang nyusun siapa, eh yang ngaku2 siapa. Eh masih tengil aja.

Sudah banyak, ribuan kisah, hikmah atau kisah betapa Allah sudah menyelamatkan umat Islam eh malah dibikin Hari Kesaktian Pancasila. Tengil kan?

Al Quran berani menantang : buatlah sejenisnya, silakan kalau bisa. Sesuatu yang bertahan ratusan tahun, sesuatu yang jika diambil 1 kata saja jutaan orang bisa ribut. Sesuatu yang tak direvisi ratusan tahun. UUD saja sudah hasil amandemen, tapi kok tengil?

Membaca fakta2 di atas :
Orang yang melakukan kekerasan atas nama Islam saja dibenci sedemikian. Apalagi oknum tengil yang menangkapi aktivis, mahasiswa, ulama, atas nama Pancasila atau NKRI. Tapi kok masih berani tengil?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...