Tapi terutama kepada saudara seagama.
Sebentar lagi Ramadhan. Seorang ulama yang mengaku mengikuti hadits dan Al Quran mengeluarkan pernyataan tentang penentuan awal Ramadhan. "Kata haditsnya liat bulan, ya berarti liat bulan. Mau gimana lagi, jangan diubah2."
Sekilas tendensinya mengkritik mereka yang mengandalkan astronomi dalam penentuan Ramadhan. Padahal selama ini beliau mengikuti azan yang berdasarkan perhitungan astronomi semata. Padahal lagi, jelas2 waktu shalat juga ditentukan oleh hadits dengan melihat tanda2 alam. Kenapa beliau tidak protes? Padahal shalat adalah ibadah yang amat penting, karena tidak ada toleransi seperti ibadah lainnya. Bahkan hanya kematian yang menggugurkan krwajiban shalat seorang hamba.
Tulisan ini bukan untuk mengadu domba. Hanya sekedar membuka wacana. Bahwa kalau memang ingin mengikuti salah satu kaedah dalam penentuan ritual agama, maka kaffah lah. Jangan setengah2.
Kalau memang puasa ditentukan dengan melihat bulan. Sesuai hadits. Ikuti perintah itu. Tapi shalat pun demikian, waktunya juga ditentukan dengan melihat tanda alam, jangan malah shalat ngikutin hasil perhitungan astronomi untuk 1 tahun.
Semoga kita bisa menghargai perbedaan sesama muslim, sebelum kita mencintai kafir dan cina.
Sebentar lagi Ramadhan. Seorang ulama yang mengaku mengikuti hadits dan Al Quran mengeluarkan pernyataan tentang penentuan awal Ramadhan. "Kata haditsnya liat bulan, ya berarti liat bulan. Mau gimana lagi, jangan diubah2."
Sekilas tendensinya mengkritik mereka yang mengandalkan astronomi dalam penentuan Ramadhan. Padahal selama ini beliau mengikuti azan yang berdasarkan perhitungan astronomi semata. Padahal lagi, jelas2 waktu shalat juga ditentukan oleh hadits dengan melihat tanda2 alam. Kenapa beliau tidak protes? Padahal shalat adalah ibadah yang amat penting, karena tidak ada toleransi seperti ibadah lainnya. Bahkan hanya kematian yang menggugurkan krwajiban shalat seorang hamba.
Tulisan ini bukan untuk mengadu domba. Hanya sekedar membuka wacana. Bahwa kalau memang ingin mengikuti salah satu kaedah dalam penentuan ritual agama, maka kaffah lah. Jangan setengah2.
Kalau memang puasa ditentukan dengan melihat bulan. Sesuai hadits. Ikuti perintah itu. Tapi shalat pun demikian, waktunya juga ditentukan dengan melihat tanda alam, jangan malah shalat ngikutin hasil perhitungan astronomi untuk 1 tahun.
Semoga kita bisa menghargai perbedaan sesama muslim, sebelum kita mencintai kafir dan cina.
Komentar
Posting Komentar