Langsung ke konten utama

Toleransi Bukan Cuma Buat Kafir atau Cina

Tapi terutama kepada saudara seagama.

Sebentar lagi Ramadhan. Seorang ulama yang mengaku mengikuti hadits dan Al Quran mengeluarkan pernyataan tentang penentuan awal Ramadhan. "Kata haditsnya liat bulan, ya berarti liat bulan. Mau gimana lagi, jangan diubah2."

Sekilas tendensinya mengkritik mereka yang mengandalkan astronomi dalam penentuan Ramadhan. Padahal selama ini beliau mengikuti azan yang berdasarkan perhitungan astronomi semata. Padahal lagi, jelas2 waktu shalat juga ditentukan oleh hadits dengan melihat tanda2 alam. Kenapa beliau tidak protes? Padahal shalat adalah ibadah yang amat penting, karena tidak ada toleransi seperti ibadah lainnya. Bahkan hanya kematian yang menggugurkan krwajiban shalat seorang hamba.

Tulisan ini bukan untuk mengadu domba. Hanya sekedar membuka wacana. Bahwa kalau memang ingin mengikuti salah satu kaedah dalam penentuan ritual agama, maka kaffah lah. Jangan setengah2.

Kalau memang puasa ditentukan dengan melihat bulan. Sesuai hadits. Ikuti perintah itu. Tapi shalat pun demikian, waktunya juga ditentukan dengan melihat tanda alam, jangan malah shalat ngikutin hasil perhitungan astronomi untuk 1 tahun.

Semoga kita bisa menghargai perbedaan sesama muslim, sebelum kita mencintai kafir dan cina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...