Penyembah Ahok pada masa kampanye dulu menuduh setiap muslim adalah koruptor, padahal nyatanya etnis yang korupsinya terbesar, bahkan sampai kabur ke luar negeri itu....you know lah. Agama yang suka korup? Ya silakan buka data kpk, nanti juga malu sendiri penyembah2 Ahok.
Sempat juga penyembah Ahok membanggakan diri dan agamanya lewat "memaafkan" pembunuh, tapi "proses hukum harus tetap berjalan". Alias si pembunuh anaknya harus dihukum. Sudah kesana kemari petantang petenteng di talkshow dan acara tv membanggakan agamanya eh ternyata....ya gitu deh.
Padahal seorang muslim di Timur Tengah sana memaafkan pembunuh anaknya sehingga proses hukum selesai dan si pembunuh tidak dihukum apa2. Gitu yang namanya maafin coy.
Sempat juga penyembah ahok membanggakan seorang dokter yang petantang petenteng hilir mudik di acata tv. Dokter yang katanya "beramal" eh ternyata justru "diendorse" alias disponsori oleh yayasan agamanya. Siapa juga dokter yang ga bisa melayani gratis kalau diendorse alias disponsori oleh pihak ketiga. Dengan senang hati malah. Dapat nama, uang pun jadi, dicap malaikat pula, padahal.......ya gitulah.
Syukurlah ternyata seorang dokter muslim bernama Aznan Lelo muncul dan kembali "meluruskan" kecongkakan penyembah Ahok. Bahwa beramal itu bukannya disponsori. Beramal itu harus betul2 ikhlas tidak meminta imbalan dalam nilai khusus kepada si pasien apalagi pakai sponsor.
Allah memang hebat dalam mengajarkan yang "benar" kepada hamba2Nya. Masih belum capek nyembah Ahok terus? Wkwkwk
Sempat juga penyembah Ahok membanggakan diri dan agamanya lewat "memaafkan" pembunuh, tapi "proses hukum harus tetap berjalan". Alias si pembunuh anaknya harus dihukum. Sudah kesana kemari petantang petenteng di talkshow dan acara tv membanggakan agamanya eh ternyata....ya gitu deh.
Padahal seorang muslim di Timur Tengah sana memaafkan pembunuh anaknya sehingga proses hukum selesai dan si pembunuh tidak dihukum apa2. Gitu yang namanya maafin coy.
Sempat juga penyembah ahok membanggakan seorang dokter yang petantang petenteng hilir mudik di acata tv. Dokter yang katanya "beramal" eh ternyata justru "diendorse" alias disponsori oleh yayasan agamanya. Siapa juga dokter yang ga bisa melayani gratis kalau diendorse alias disponsori oleh pihak ketiga. Dengan senang hati malah. Dapat nama, uang pun jadi, dicap malaikat pula, padahal.......ya gitulah.
Syukurlah ternyata seorang dokter muslim bernama Aznan Lelo muncul dan kembali "meluruskan" kecongkakan penyembah Ahok. Bahwa beramal itu bukannya disponsori. Beramal itu harus betul2 ikhlas tidak meminta imbalan dalam nilai khusus kepada si pasien apalagi pakai sponsor.
Allah memang hebat dalam mengajarkan yang "benar" kepada hamba2Nya. Masih belum capek nyembah Ahok terus? Wkwkwk
Komentar
Posting Komentar