Di kota saya tinggal, setiap mesjid menyediakan takjil yang berlimpah. Hati saya senang melihat masyarakat berlomba2 dalam kebaikan. Sampai suatu hari......jeng3.
Ternyata semua tidak disediakan dengan ikhlas. Mungkin sebagian ikhlas. Namun sebagian besar tidak. Rupanya semua memberikan makanan karena sistem giliran. Dengan kata lain dipaksa.
Rupanya memang keyakinan pada janji Allah belum merasuk dalam jiwa masyarakat. Sehingga bukannya berlomba menyediakan takjil, malah dengki pada yang tidak menyumbangkan takjil. Dampak dari belum meratanya dakwah di tengah umat.
Bukannya iri dan rebutan untuk mendapat pahala, malah dengki pada yang tidak berbuat baik.
Ibarat kata, bukannya rebutan bisa shalat di mesjid, malah dengki pada yang masih terlelap saat subuh tiba. Fiuuuuh....pantas saja satu orang kafir bisa bikin repot jutaan muslim. Imannya masih kelas TK.
Pahala menyediakan takjil untuk orang puasa itu besar. Para sahabat, sebagaimana dicontohkan orang di Mekah dan Medinah, rebutan memberikan sumbangan. Tidak perduli pada kebodohan orang yang pelit dan tidak menyumbang. Berbanding terbalik dengan di negara kita.
Ternyata semua tidak disediakan dengan ikhlas. Mungkin sebagian ikhlas. Namun sebagian besar tidak. Rupanya semua memberikan makanan karena sistem giliran. Dengan kata lain dipaksa.
Rupanya memang keyakinan pada janji Allah belum merasuk dalam jiwa masyarakat. Sehingga bukannya berlomba menyediakan takjil, malah dengki pada yang tidak menyumbangkan takjil. Dampak dari belum meratanya dakwah di tengah umat.
Bukannya iri dan rebutan untuk mendapat pahala, malah dengki pada yang tidak berbuat baik.
Ibarat kata, bukannya rebutan bisa shalat di mesjid, malah dengki pada yang masih terlelap saat subuh tiba. Fiuuuuh....pantas saja satu orang kafir bisa bikin repot jutaan muslim. Imannya masih kelas TK.
Pahala menyediakan takjil untuk orang puasa itu besar. Para sahabat, sebagaimana dicontohkan orang di Mekah dan Medinah, rebutan memberikan sumbangan. Tidak perduli pada kebodohan orang yang pelit dan tidak menyumbang. Berbanding terbalik dengan di negara kita.
Komentar
Posting Komentar