Langsung ke konten utama
Setelah nonton beberapa film "islami" yang dibuat oleh kreator2 yang "ingin memberi pencerahan" dan akhirnya nonton "mencari hilal" akhirnya saya sadar. Mereka yang "katanya" ingin menyegarkan pemahaman agama lewat film justru sejatinya malah membuat awam makin jauh dan benci pada agama.

Betapa tidak, kata2 "Allah" dan istilah2 islami lainnya dipelintir2 layaknya komedi wara wiri ramadhan yang pernah dibintangi komeng dan adul. Tapi dalam versi sarkastic.

Ulama digambarkan sesuai "paranoia" si kreator film. Sebagaimana penjelasan Dr. Zakir Naik. Mereka para kreator film yang "ngaku islami" ini mungkin ketakutan sampai terkencing2 setiap kali melihat, mendengar atau berpapasan dengan ulama. Akhirnya, sebagaimana penderita paranoia yang overanxiety, mereka "memukul2", "menendang2", "berteriak2", lewat karya seni yang mereka buat.

Layaknya orang paranoia yang panik, kreasi mereka tak berlandaskan ilmu. Semua hanya letupan otak yang ketakutan. Ulama sedang ceramah di tempat yang ratusan kilo jauhnya dari mereka, lalu mereka merasa panas dingin. Ulama berceramah "shalatlah", tapi dalam film mereka gambarkan ulama yang menenteng pedang ingin menebas leher mereka yang tidak shalat. Mungkin itu gambaran yang mereka lihat saat dugem dan larut dalam alkohol atau narkoba.

Tapi waktu disuruh belajar agama lebih lanjut, malah males. Tapi bikin film "islami", tapi ogah mempelajari islam. Ngotot filmnya "islami" tapi dikritik org yang paham agama malah paranoid.

Jadi ingat nasehat Pak Quraisy Shihab : kalau ingin tau agamamu benar atau tidak......PELAJARI! Bukannya jelek2in tapi ogah mempelajarinya. Malas mikir dan bilang : semuanya sama. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...