Langsung ke konten utama

Ulama Kencing Berdiri, Umat Terkencing2

Baru saja kecewa dengan ulama saleh yang takut penjara, eeh ada kasus lagi yang bikin kecewa.

MUI pernah curhat soal biaya operasional mereka yang mnyedihkan. Bagaimana proses penerbitan fatwa yang penuh keprihatinan. Tapi kok malah disia2kan.

Fatwa tentang media sosial, menarik perhatian pemerintah. Ulama memang berlomba2 menjilat pemerintah dengan pekerjaan sia2, asalkan terkesan berada di pihak presiden, dan tidak dipenjarakan. Ulama sekarang kan takut penjara, meskipun mereka di posisi benar. Pemerintah pun senang bukan main mendengar MUI menerbitkan fatwa soal media sosial.

Padahal semua orang Islam sudah pasti tahu kalau etika di dunia maya sama dengan etika di dunia nyata. Tidak perlu ada fatwa baru. Kecuali iman mereka sekelas remaja munafik penulis plagiat yang ngetop beberapa waktu belakangan ini.

Fatwa tentang media sosial yang saya baca sungguh mengecewakan. Seolah2 menerbitkan fatwa tentang haramnya babi. Padahal kakek2 pikun juga tau kalau babi itu haram.

Siapa muslim yang tidak tahu kalau fitnah, menyebar hoax itu haram? Berita palsu, fitnah, itu kan hoax? Lalu untuk apa harus habiskan tenaga untuk membuat fatwa baru yang sejak zaman Rasulullah sudah jelas hukumnya? Buang2 tenaga hanya demi menjilat pemerintah. Demi menghindari penjara. Lalu bagaimana berharap umat akan kuat, kalau ulama sibuk jadi penjilat?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...