Langsung ke konten utama

Ulama Kencing Berdiri, Umat Terkencing2

Baru saja kecewa dengan ulama saleh yang takut penjara, eeh ada kasus lagi yang bikin kecewa.

MUI pernah curhat soal biaya operasional mereka yang mnyedihkan. Bagaimana proses penerbitan fatwa yang penuh keprihatinan. Tapi kok malah disia2kan.

Fatwa tentang media sosial, menarik perhatian pemerintah. Ulama memang berlomba2 menjilat pemerintah dengan pekerjaan sia2, asalkan terkesan berada di pihak presiden, dan tidak dipenjarakan. Ulama sekarang kan takut penjara, meskipun mereka di posisi benar. Pemerintah pun senang bukan main mendengar MUI menerbitkan fatwa soal media sosial.

Padahal semua orang Islam sudah pasti tahu kalau etika di dunia maya sama dengan etika di dunia nyata. Tidak perlu ada fatwa baru. Kecuali iman mereka sekelas remaja munafik penulis plagiat yang ngetop beberapa waktu belakangan ini.

Fatwa tentang media sosial yang saya baca sungguh mengecewakan. Seolah2 menerbitkan fatwa tentang haramnya babi. Padahal kakek2 pikun juga tau kalau babi itu haram.

Siapa muslim yang tidak tahu kalau fitnah, menyebar hoax itu haram? Berita palsu, fitnah, itu kan hoax? Lalu untuk apa harus habiskan tenaga untuk membuat fatwa baru yang sejak zaman Rasulullah sudah jelas hukumnya? Buang2 tenaga hanya demi menjilat pemerintah. Demi menghindari penjara. Lalu bagaimana berharap umat akan kuat, kalau ulama sibuk jadi penjilat?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...