Langsung ke konten utama
Masih tentang prasangka dan perasaan lebih dari orang lain.

Seorang dokter atau katakanlah pengusaha junior yang baru datang di kota A langsung melejit, sukses, mendahului seniornya yang lebih dahulu mengadu peruntunga di kota A.

Ketika berpapasan, si junior tak mengucapkan kata apapun, hanya melihat, tapi tak menyapa. Si senior heran : "Tidak sopannya" karena itu terjadi beberapa kali, maka itulah kesimpulannya.
Mungkin sebagian kita akan memelintir dengan alasan : kenapa si senior tidak menyapa duluan? Si senior sombong. Tapi : "kenapa juga kalau junior tidak mau memulai?" Akhirnya bagai mana duluan ayam dan telur.

Tapi, kembali ke urusan prasangka tadi. Benih kesombongan membumbui insiden tadi. Akibatnya :"Ya Allah, saking irinya dia pada kesuksesanku, seniorku itu sampai tidak mau menyapaku lagi."

Padahal masalah yang dirasakan si senior hanya perihal kesopanan, bukan yang lain.

Atau ada pengusaha yang memberikan kliennya, pelanggannya pada pengusaha lain, lalu mempromosikannya : "saking baiknya saya, pelanggan saya saya berikan pada dia, supaya dia tahu kalau hidup itu bukan soal persaingan." Jengjengjeng....
Padahal dia sendiri yang sedang bersikap negatif. Mungkin si pengusaha lain itu justru tidak berfikir apa2 tentang dia. Itulah jebakan kesuksesan, keberhasilan. Membuat diri gampang merasa GR dan BAPER.

Hikmah pentingnya : hidup itu bukan perihal GR dan BAPER. Tapi bagaimana menanggapi setiap peristiwa dengan sikap terbaik, positif. Yang akan diuntungkan bukan siapa yang merasa lebih baik, melainkan siapa yang berprasangka terbaik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Itu Gara2 Ulah Manusia Sendiri

Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...

5 Juli

Nayla datang untuk kontrol terakhir sebelum pernikahannya. Ia mengenakan dress putih. Cantik sekali. Katanya, ia ingin senyum terbaik di hari bahagianya. “Terima kasih, Dok. Kamu selalu sabar.” Aku ingin memeluknya, atau sekadar bilang jangan pergi… Tapi aku hanya berkata, “Senyummu… sudah sempurna sejak pertama kali kamu datang, Nay.” Itu hari terakhir aku melihatnya secara langsung.

KFC atau McD atau A&W?

Sebetulnya masih banyak ayam2 lainnya. Tapi semuanya saya kerucutkan menjadi 3 merek di atas. Dari ketiganya, saya pilih A&W.  Dulu pertama kali nyoba A&W itu bareng sepupu. Pesan paket dengan rootbeer yang bikin sepupu nanya : Assep minum bir? Ya namanya rootbeer tp isinya bukan minuman haram itu. InsyaAllah ga memabukan. Kayak soda biasa aja. Maksudnya jenia minumannya. Kalau rasanya.....hmmm unik. Mungkin lantaran di booth fastfood lain sudah pakai cocacola atau pepsi yang rasanya hampir2 mirip, jadinya pas nyobain rootbeer A&W berasa beda banget.  A&W itu rasa ayamnya unik. Entah kenapa bumbunya yang beda dengan yang lain menjadikan rasa ayamnya lebih asik di lidah. Mau yg original atau pun yang hot alias lebih pedas tidak membosankan. Tapi ini berlaku di jawa saja ya. Saya trauma nyobain A&W kalimantan timur. Soalnya rasanya beda. Semua kenangan saya akan rasa A&W jadi rusak di sana. Kalau dari segi harga, memang lebih mahal dibanding yang lain. Ma...