Langsung ke konten utama
Masih tentang prasangka dan perasaan lebih dari orang lain.

Seorang dokter atau katakanlah pengusaha junior yang baru datang di kota A langsung melejit, sukses, mendahului seniornya yang lebih dahulu mengadu peruntunga di kota A.

Ketika berpapasan, si junior tak mengucapkan kata apapun, hanya melihat, tapi tak menyapa. Si senior heran : "Tidak sopannya" karena itu terjadi beberapa kali, maka itulah kesimpulannya.
Mungkin sebagian kita akan memelintir dengan alasan : kenapa si senior tidak menyapa duluan? Si senior sombong. Tapi : "kenapa juga kalau junior tidak mau memulai?" Akhirnya bagai mana duluan ayam dan telur.

Tapi, kembali ke urusan prasangka tadi. Benih kesombongan membumbui insiden tadi. Akibatnya :"Ya Allah, saking irinya dia pada kesuksesanku, seniorku itu sampai tidak mau menyapaku lagi."

Padahal masalah yang dirasakan si senior hanya perihal kesopanan, bukan yang lain.

Atau ada pengusaha yang memberikan kliennya, pelanggannya pada pengusaha lain, lalu mempromosikannya : "saking baiknya saya, pelanggan saya saya berikan pada dia, supaya dia tahu kalau hidup itu bukan soal persaingan." Jengjengjeng....
Padahal dia sendiri yang sedang bersikap negatif. Mungkin si pengusaha lain itu justru tidak berfikir apa2 tentang dia. Itulah jebakan kesuksesan, keberhasilan. Membuat diri gampang merasa GR dan BAPER.

Hikmah pentingnya : hidup itu bukan perihal GR dan BAPER. Tapi bagaimana menanggapi setiap peristiwa dengan sikap terbaik, positif. Yang akan diuntungkan bukan siapa yang merasa lebih baik, melainkan siapa yang berprasangka terbaik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...