Langsung ke konten utama
Masih tentang prasangka dan perasaan lebih dari orang lain.

Seorang dokter atau katakanlah pengusaha junior yang baru datang di kota A langsung melejit, sukses, mendahului seniornya yang lebih dahulu mengadu peruntunga di kota A.

Ketika berpapasan, si junior tak mengucapkan kata apapun, hanya melihat, tapi tak menyapa. Si senior heran : "Tidak sopannya" karena itu terjadi beberapa kali, maka itulah kesimpulannya.
Mungkin sebagian kita akan memelintir dengan alasan : kenapa si senior tidak menyapa duluan? Si senior sombong. Tapi : "kenapa juga kalau junior tidak mau memulai?" Akhirnya bagai mana duluan ayam dan telur.

Tapi, kembali ke urusan prasangka tadi. Benih kesombongan membumbui insiden tadi. Akibatnya :"Ya Allah, saking irinya dia pada kesuksesanku, seniorku itu sampai tidak mau menyapaku lagi."

Padahal masalah yang dirasakan si senior hanya perihal kesopanan, bukan yang lain.

Atau ada pengusaha yang memberikan kliennya, pelanggannya pada pengusaha lain, lalu mempromosikannya : "saking baiknya saya, pelanggan saya saya berikan pada dia, supaya dia tahu kalau hidup itu bukan soal persaingan." Jengjengjeng....
Padahal dia sendiri yang sedang bersikap negatif. Mungkin si pengusaha lain itu justru tidak berfikir apa2 tentang dia. Itulah jebakan kesuksesan, keberhasilan. Membuat diri gampang merasa GR dan BAPER.

Hikmah pentingnya : hidup itu bukan perihal GR dan BAPER. Tapi bagaimana menanggapi setiap peristiwa dengan sikap terbaik, positif. Yang akan diuntungkan bukan siapa yang merasa lebih baik, melainkan siapa yang berprasangka terbaik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...