Langsung ke konten utama
Tiba2 kepikiran soal takdir dan usaha. Penghasilan saya bulan ini alhamdulillah. Tapi di sisi lain terasa banyak masalah. Tercetus kalimat, "apa gunanya penghasilan besar ini, kalau yg lain masih begini dan begitu."
Namun kebijaksanaan lain menerpa, :"bukankah itu nikmat yang diberikan Allah? Kenapa tidak disyukuri?"

Saya jadi ingat kesimpulan pribadi saya perihal takdir dan usaha. Perihal kenapa sebagian orang menganggap hasil yang ia peroleh adalah takdir, bagus ataupun jelek. Sementara sebagian lain mebganggap itu akibat usahanya yang kurang, jika jelek.

Tak perlu saya katakan saya di pihak mana. Menurut saya itu tidak perlu diperdebatkan, dimanapun anda berada. Kalau dikatakan oleh Al quran, maka itu betul. Meskipun anda merasa ada kontradiksi. Masalahnya sudab sering saya sebutkan, Al quran sudah menantang anda untuk membuat semisalnya. Kalau tidak bisa, kenapa anda mengatakan Al quran bohong?

Maka itu saya tarik kesimpulan : anda berhak bersyukur atas apa yang diberikan Allah pada anda. Dengan fokus pada kebahagiaan itu, insyaAllah yang kurang di bagian hidup anda lainnya akan menemukan jalan keluarnya sendiri.

Biarlah bagian ngomel :"ah gajinya besar, tapi masih begini, begitu.....blabla" menjadi bagiannya orang di sekitar anda yang ingin mengomentari hidup anda.

Tugas anda hanya bersyukur, dan dengan demikian Allah akan mrnambah nikmatNya untuk anda. Aamiiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...