Tiba2 kepikiran soal takdir dan usaha. Penghasilan saya bulan ini alhamdulillah. Tapi di sisi lain terasa banyak masalah. Tercetus kalimat, "apa gunanya penghasilan besar ini, kalau yg lain masih begini dan begitu."
Namun kebijaksanaan lain menerpa, :"bukankah itu nikmat yang diberikan Allah? Kenapa tidak disyukuri?"
Saya jadi ingat kesimpulan pribadi saya perihal takdir dan usaha. Perihal kenapa sebagian orang menganggap hasil yang ia peroleh adalah takdir, bagus ataupun jelek. Sementara sebagian lain mebganggap itu akibat usahanya yang kurang, jika jelek.
Tak perlu saya katakan saya di pihak mana. Menurut saya itu tidak perlu diperdebatkan, dimanapun anda berada. Kalau dikatakan oleh Al quran, maka itu betul. Meskipun anda merasa ada kontradiksi. Masalahnya sudab sering saya sebutkan, Al quran sudah menantang anda untuk membuat semisalnya. Kalau tidak bisa, kenapa anda mengatakan Al quran bohong?
Maka itu saya tarik kesimpulan : anda berhak bersyukur atas apa yang diberikan Allah pada anda. Dengan fokus pada kebahagiaan itu, insyaAllah yang kurang di bagian hidup anda lainnya akan menemukan jalan keluarnya sendiri.
Biarlah bagian ngomel :"ah gajinya besar, tapi masih begini, begitu.....blabla" menjadi bagiannya orang di sekitar anda yang ingin mengomentari hidup anda.
Tugas anda hanya bersyukur, dan dengan demikian Allah akan mrnambah nikmatNya untuk anda. Aamiiin
Namun kebijaksanaan lain menerpa, :"bukankah itu nikmat yang diberikan Allah? Kenapa tidak disyukuri?"
Saya jadi ingat kesimpulan pribadi saya perihal takdir dan usaha. Perihal kenapa sebagian orang menganggap hasil yang ia peroleh adalah takdir, bagus ataupun jelek. Sementara sebagian lain mebganggap itu akibat usahanya yang kurang, jika jelek.
Tak perlu saya katakan saya di pihak mana. Menurut saya itu tidak perlu diperdebatkan, dimanapun anda berada. Kalau dikatakan oleh Al quran, maka itu betul. Meskipun anda merasa ada kontradiksi. Masalahnya sudab sering saya sebutkan, Al quran sudah menantang anda untuk membuat semisalnya. Kalau tidak bisa, kenapa anda mengatakan Al quran bohong?
Maka itu saya tarik kesimpulan : anda berhak bersyukur atas apa yang diberikan Allah pada anda. Dengan fokus pada kebahagiaan itu, insyaAllah yang kurang di bagian hidup anda lainnya akan menemukan jalan keluarnya sendiri.
Biarlah bagian ngomel :"ah gajinya besar, tapi masih begini, begitu.....blabla" menjadi bagiannya orang di sekitar anda yang ingin mengomentari hidup anda.
Tugas anda hanya bersyukur, dan dengan demikian Allah akan mrnambah nikmatNya untuk anda. Aamiiin
Komentar
Posting Komentar