Langsung ke konten utama
Bukan salah kami kalau bapakmu, kakekmu, ibumu, atau anumu jadi anggota PKI.

Bukan kami juga yang suruh bapakmu, kakekmu, ibumu, atau anumu menyiksa umat Islam secara fisik maupun intimidasi verbal.

Bukan kami juga yang suruh bapakmu, kakekmu, ibumu, atau anumu menggunakan simbol2 PKI.

Lalu kenapa seolah kami yang berdosa atas kesalahan anu2mu?

Lantas anaknya Robot gedek? Anaknya Sumanto? Anak begal2? Apa salah kami juga?

Anu-anu kalian sudah diberi pilihan oleh Allah, dan dia memilih jalan itu dengan sendirinya. Bahkan dengan bangganya mengadakan acara di Gelora Bung Karno tahun 60an, lantas kalian sekarang sibuk menyalahkan kami yang anti PKI?

Kalau memang kalian sudah SEMBUH, buktikanlah. Tapi kalau kalian masih bahas PKI, artinya ya kalian masih SAKIT. Siapa yang mau dekat2 orang sakit?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.