Langsung ke konten utama
Bioskop jaman dulu sama skrg beda banget.

Saya pertama kali nonton di bioskop waktu TK atau SD gitu. Lokasinya di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Lantaran sudah lupa dg sensasi nonton bioskop waktu itu, sy penasaran nonton lagi. Kebetulan kami pulang cepat, atau habis ujian kayaknya. Saya, ferry, davi, qbit nonton di bioskop Gloria, bioskop terkenal d Bukittinggi.

Waktu itu nonton dragon heart, Kevin Costner jadi satria yg temenan sama naga. Worth it sih, soalnya blm pernah nonton film itu.

Klo ga salah tiketnya 2500 rupiah. Layarnya ga beda sama bioskop skrg. Tp kursinya.....rotan. kursi biasa, bukan sofa rotan. jadinya berasa di acara kondangan.

Kami puas bisa pilih2 posisi duduk. Soalnya yang nonton.........cuma kami berempat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.