Ibu R menjadi pasien terakhir saya hari ini. Gigi atas kirinya dirawat sehingga harus datang berulang. Ini sudah pertemuan ketiga.
Saya : kalau sakit angkat tangan kiri y buk.
Saya memulai melepas tambalan sementara di giginya. Saat lebih dalam si ibu teriak.
Saya : kenapa buk? Sakit?
Ibu R : enggak dok, cuma takut aja
Dalam hati saya sedikit kesal. Tapi proses perawatan saya lanjutkan kembali. Kali ini si ibu kembali berteriak.
Ibu R : sakit dok.
Saya : dibius aja y buk?
Maksud saya agar saluran akar si pasien bisa diutakatik tanpa merasa sakit seperti saat ini, apalagi ini sudah kunjungan k 3. Pada kunjungan k 2 sebetulnya sudah ditawarkan, tp si ibu menolak karena takut disuntik.
Ibu R : abis ini diapakan lagi dok?
Saya kemudian menjelaskan.
Ibu R : ini rawat saraf atau saluran akar dok?
Saya menjawab, meski ibu R blm duduk pada posisi semula untuk dilakukan perawatan.
Ibu R : dl saya pernah dirawat saluran akar di kota A, tapi dokternya pakai jarum2 diputar2 gitu dok. Ini beda ya?
Saya jelaskan bahwa semuanya sama, hanya kondisi gigi yg satu dan yg lain tidak pernah sama. Tapi saya mulai memasuki zona hipertensi.
Saya : jadi ibu mau langsung dirawat dengan jarum2 itu? Ini aja baru buka tambalan sementara ibu sudah kesakitan.
Ibu R tertawa malu.
Ibu R : kalau dibius itu pengerjaannya lama ga dok? Satu jamkah, setengah jam?
Saya : sebentar aja kok buk. Menjawab pertanyaan2 ibu ini yg bakal stengah jam.
Jawab saya sambil senyum terpaksa karena sdh kesal.
Ibu R tertawa malu dan akhirnya mengizinkan untuk dilakukan perawatan terhadap giginya.
Saya : kalau sakit angkat tangan kiri y buk.
Saya memulai melepas tambalan sementara di giginya. Saat lebih dalam si ibu teriak.
Saya : kenapa buk? Sakit?
Ibu R : enggak dok, cuma takut aja
Dalam hati saya sedikit kesal. Tapi proses perawatan saya lanjutkan kembali. Kali ini si ibu kembali berteriak.
Ibu R : sakit dok.
Saya : dibius aja y buk?
Maksud saya agar saluran akar si pasien bisa diutakatik tanpa merasa sakit seperti saat ini, apalagi ini sudah kunjungan k 3. Pada kunjungan k 2 sebetulnya sudah ditawarkan, tp si ibu menolak karena takut disuntik.
Ibu R : abis ini diapakan lagi dok?
Saya kemudian menjelaskan.
Ibu R : ini rawat saraf atau saluran akar dok?
Saya menjawab, meski ibu R blm duduk pada posisi semula untuk dilakukan perawatan.
Ibu R : dl saya pernah dirawat saluran akar di kota A, tapi dokternya pakai jarum2 diputar2 gitu dok. Ini beda ya?
Saya jelaskan bahwa semuanya sama, hanya kondisi gigi yg satu dan yg lain tidak pernah sama. Tapi saya mulai memasuki zona hipertensi.
Saya : jadi ibu mau langsung dirawat dengan jarum2 itu? Ini aja baru buka tambalan sementara ibu sudah kesakitan.
Ibu R tertawa malu.
Ibu R : kalau dibius itu pengerjaannya lama ga dok? Satu jamkah, setengah jam?
Saya : sebentar aja kok buk. Menjawab pertanyaan2 ibu ini yg bakal stengah jam.
Jawab saya sambil senyum terpaksa karena sdh kesal.
Ibu R tertawa malu dan akhirnya mengizinkan untuk dilakukan perawatan terhadap giginya.
Komentar
Posting Komentar