Langsung ke konten utama
Mungkin teman2 yg pernah shalat berjamaah d mesjid sadar kalau ada beberapa tipe jamaah unik.

Diantaranya :
Pertama, tipe sksd, sok kenal, sok deket. Biasanya ditandai dengan kaki yang selalu pengennya nempeeel mulu sama jamaah sebelahnya.

Kedua, tipe nepophobia, alias fobia sentuhan. Ini lawannya si sksd. Saking fobianya, biasanya dia terus menghindari sentuhan kaki si sksd berulang kali. Akibatnya, si sksd jadi ngangkang abis selama shalat.

Ketiga, tipe temperamental. Tipe ini biasanya tidak menghindari si tipe SKSD. Dia justru emosi gara2 aksi PDKT si SKSD. Akibatnya dia melawan. Dalam salahsatu sesi shalat sy melihat di depan mata kepalasendiri sebuah kaki jamaah diinjak oleh kaki jamaah lainnya, bukan nempel lho ya, diinjak, saat shalat berjamaah.

Tapi shalat berjamaah tetaplah saat yang berharga untuk mewujudkan keinginan untuk mengais pahala. Amiiiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.