Langsung ke konten utama
Nasionalisme ala anak2 dugem dan alay.

Ribut2 soal salah satu ormas yg tidak mau mencantumkan Pancasila sebagai dasarnya mencuatkan kata NASIONALISME.

Demikian pula dengan pola penampilan beberapa orang Indonesia yg dibilang kearab2an. Anak2 dugem dan alay berikut cabe2an kemudian protes : 'Itu tidak nasionalis!

Akhirnya ngaji pun diubah menjadi berirama 'indonesia', persis menyerempet kebijakan Atta Turk di Turki dulu yg mengubah azan k dalam bahasa Turki. Alhamdulillah Indonesia selamat karena kasih sayang Allah dan irama 'indonesia' itu gagal menyesatkan umat.

Tapi media sosial yg diisi anak dugem, alay dan cabe2an terus saja meneriakan nasionalisme. Padahal rusaknya isi otak mereka tidak akan bisa memahami kata2 seberat NASIONALISME.

Hal ini terbukti ketika mereka santai saja menanggapi salah satu artis Indonesia yg pindah kewarganegaraan menjadi warga Perancis. Malah memuja2nya. Padahal kalau memang mereka paham NASIONALISME, pastilah menganggap mengganti kewarganegaraan hanya karena karir (uang) itu hina dan nista.

Demikian juga saat menanggapi seorang mantan juara kontes putri2an di Indonesia yg menjadi tentara AS. Astaga, mereka malah ternganga dan kagum. Padahal ini dosa bertumpuk. Pertama, karena dia juara kontes kecantikan, seharusnya menjadi 'wajah' indonesia, ini malah jd WNA. Beda kasus kalau yg pindah org biasa, yg g akan masuk tv dll. Kedua, karena alasannya cinta (pernikahan). Berarti cintanya pada RI lebih kecil. Ketiga yg paling parah, dia jadi tentara. Hampir mirip dengan juara kontes kecantikan, tentara kan garda terdepan bangsa. Dengan kata lain kalau negara barunya bermasalah dg Indonesia, dia sebagai tentara akan melawan Indonesia. Beda kasus kalau menjadi warga sipil biasa.

Jadi buat anak dugem, anak alay, dan cabe2an yg sering ngomongin politik di medsos atau TV, sebaiknya otaknya diservis saja dl, ketimbang nanti malu karena tidak paham NASIONALISME.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.