Orang beragama itu merusak bahasa.
Mohon maaf dengan judulnya. Tetapi maksud saya orang2 yg menganut agama tertentu punya kultur yg membuat tata bahasa Indonesia terpengaruh, dalam arti buruk.
Orang Islam menyumbang kesalahan dalam bentuk huruf2 atau suku kata unik. Saya sendiri baru tahu kalau tidak boleh ada sh pada kata shalat, dz pada dzikir, ts pada tsanawiyah dan mungkin ada kata lainnya.
Sementara orang non muslim menyumbang kerusakan dalam kesalahan pemberian imbuhan. Mana ada kata BERTUMBUH yang ada itu TUMBUH. Mana ada kata KEBANGUNAN, yang ada itu KEBANGKITAN.
Mohon maaf dengan judulnya. Tetapi maksud saya orang2 yg menganut agama tertentu punya kultur yg membuat tata bahasa Indonesia terpengaruh, dalam arti buruk.
Orang Islam menyumbang kesalahan dalam bentuk huruf2 atau suku kata unik. Saya sendiri baru tahu kalau tidak boleh ada sh pada kata shalat, dz pada dzikir, ts pada tsanawiyah dan mungkin ada kata lainnya.
Sementara orang non muslim menyumbang kerusakan dalam kesalahan pemberian imbuhan. Mana ada kata BERTUMBUH yang ada itu TUMBUH. Mana ada kata KEBANGUNAN, yang ada itu KEBANGKITAN.
Komentar
Posting Komentar