Standar keimanan orang Islam di Indonesia kadang tidak ditentukan oleh kerajinan ibadahnya. Tapi dari hal lain yang kadang tidak masuk akal. Misalnya ketahanan terhadap suara speaker mesjid atau mushala.
Semakin tahan si muslim terhadap kerasnya suara speaker masjid, makin soleh dia. Makanya banyak muslim yang memilih tidak protes ketika mesjid atau mushala di sebelahnya menyuarakan suara pengajian atau selain azan dengan level kebisingan yang tinggi. Takutnya kalau protes malah dibilang ga saleh, ga beriman.
Kalo jumatan lain lagi. Kita bisa ngetes tingkat kehebatan si khatib dari lama ceramahnya. Khatib yang ceramahnya cuma 10 menit dianggap imannya lemah, kurang saleh. Sementara khatib yang bisa ceramah sampai 3 jam dianggap sudah pasti masuk surga. Hahaha
Semakin tahan si muslim terhadap kerasnya suara speaker masjid, makin soleh dia. Makanya banyak muslim yang memilih tidak protes ketika mesjid atau mushala di sebelahnya menyuarakan suara pengajian atau selain azan dengan level kebisingan yang tinggi. Takutnya kalau protes malah dibilang ga saleh, ga beriman.
Kalo jumatan lain lagi. Kita bisa ngetes tingkat kehebatan si khatib dari lama ceramahnya. Khatib yang ceramahnya cuma 10 menit dianggap imannya lemah, kurang saleh. Sementara khatib yang bisa ceramah sampai 3 jam dianggap sudah pasti masuk surga. Hahaha
Komentar
Posting Komentar