Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018
Gw pikir manusia manapun di dunia ini bakal mentingin kesehatannya daripada apapun. Ternyata gw salah. Beberapa manusia lebih mentingin kemenangan dalam olahraga, kecantikan atau pekerjaan. Waktu di puskesmas ada pasien gw anak SMP. Datang sama nyokapnya dengan keluhan gigi geraham bawah sakit. Gw saranin ditambal. Eh si nyokap minta cabut aja. Alasannya si anak mau ikut PORSENI, nanti mengganggu dia waktu lomba. Langsung gw hipertensi, ‘Jadi pertandingan lebih penting daripada gigi anak ibu?’ Betapa rendahnya beliau memandang kenikmatan sebuah gigi asli buatan Allah. Kalau di praktek seringnya soal penampilan. Banyak pasien yang giginya rempil dikit udah minta cabut, diganti gigi palsu. Enteng banget ngomongnya, kayak makan kerupuk. Alasannya, kalau tambalan ntar lepas lagi n sakit lagi. Padahal baru rempil 10%. Pasien cabut biasanya keberatan sama kapas yang harus digigit abis pencabutan. Padahal fungsinya kan buat mengendalikan perdarahan setelah cabut gigi. K...