Nonton piala dunia jadinya teringat pada orang2 berkulit sawo matang, tidak seberapa tinggi, mata juga rada sipit, tapi protes sama Allah dengan menyebarkan kebencian pada orang Arab. Benar kata grand syaikh Al Azhar, menanggapi paparan penuh kejahilan dan kesombongan dari PAKAR islam nusantara (sebuah agama baru yg lahir di indonesia tampaknya), "Kalau Allah menganggap bangsa Indonesia lebih layak menerima wahyu, tentu mereka yg ditunjuk membawa risalah agama Islam." Piala Dunia menyadarkan saya bahwa, penganut islam nusantara, belum pernah sekalipun menembusnya. Sementara orang islam sudah berulangkali menjadi peserta. Kemudian saya perhatikan di babak penyisihan di setiap benua. Ada tim dari negara2 kecil, tidak terkenal, yg bisa menyulitkan negara2 terkenal, bahkan lolos k Piala Dunia. Ya, mungkin pakar2 olahraga penganut islam nusantara akan membantahnya. Tapi siapa bisa memungkiri bahwa fisik yg SETARA dengan BULE adalah salah satu faktor pendukung. Iya tim2 Asia...
Tulisan-tulisan Dokter Assep ada di sini.