Langsung ke konten utama
Nonton piala dunia jadinya teringat pada orang2 berkulit sawo matang, tidak seberapa tinggi, mata juga rada sipit, tapi protes sama Allah dengan menyebarkan kebencian pada orang Arab.

Benar kata grand syaikh Al Azhar, menanggapi paparan penuh kejahilan dan kesombongan dari PAKAR islam nusantara (sebuah agama baru yg lahir di indonesia tampaknya), "Kalau Allah menganggap bangsa Indonesia lebih layak menerima wahyu, tentu mereka yg ditunjuk membawa risalah agama Islam."

Piala Dunia menyadarkan saya bahwa, penganut islam nusantara, belum pernah sekalipun menembusnya. Sementara orang islam sudah berulangkali menjadi peserta.

Kemudian saya perhatikan di babak penyisihan di setiap benua. Ada tim dari negara2 kecil, tidak terkenal, yg bisa menyulitkan negara2 terkenal, bahkan lolos k Piala Dunia. Ya, mungkin pakar2 olahraga penganut islam nusantara akan membantahnya. Tapi siapa bisa memungkiri bahwa fisik yg SETARA dengan BULE adalah salah satu faktor pendukung. Iya tim2 Asia Tenggara juga pernah menang melawan orang Islam, tapi itu hanya letupan2 keajaiban semata. Belum pernah rutin, atau setidaknya mematahkan fakta bahwa orang islam lebih kuat dari penganut islam nusantara.

Artinya kalau saya tafsirkan, kenapa Allah kirimkan wahyu pada orang Arab, karena secara fisik mereka 'sempurna'. Artinya mereka tidak bisa diolok2 oleh bule ketika menyebarkan islam. Mereka juga tidak bisa diperlakukan seenaknya. Coba anda perhatikan ketika umrah atau haji. Jamaah indonesia paling gampang diatur, karena dari ekspresi saja sudah terlihat, jamaah indonesia gentar melihat besarnya badan polisi dan jamaah muslim lainnya.

Saya menulis ini untuk menyadarkan penganut islam nusantara agar kembali menjadi muslim. Menerima apa adanya yang sudah ditakdirkan oleh Allah. Ada alasan2 penting di balik segala hal yang terjadi di atas dunia ini.

Kenapa harus protes pada Allah dengan membacakan Pancasila di dekat Ka'bah? Emang Arab pernah menjajah anda?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Itu Gara2 Ulah Manusia Sendiri

Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...

5 Juli

Nayla datang untuk kontrol terakhir sebelum pernikahannya. Ia mengenakan dress putih. Cantik sekali. Katanya, ia ingin senyum terbaik di hari bahagianya. “Terima kasih, Dok. Kamu selalu sabar.” Aku ingin memeluknya, atau sekadar bilang jangan pergi… Tapi aku hanya berkata, “Senyummu… sudah sempurna sejak pertama kali kamu datang, Nay.” Itu hari terakhir aku melihatnya secara langsung.

KFC atau McD atau A&W?

Sebetulnya masih banyak ayam2 lainnya. Tapi semuanya saya kerucutkan menjadi 3 merek di atas. Dari ketiganya, saya pilih A&W.  Dulu pertama kali nyoba A&W itu bareng sepupu. Pesan paket dengan rootbeer yang bikin sepupu nanya : Assep minum bir? Ya namanya rootbeer tp isinya bukan minuman haram itu. InsyaAllah ga memabukan. Kayak soda biasa aja. Maksudnya jenia minumannya. Kalau rasanya.....hmmm unik. Mungkin lantaran di booth fastfood lain sudah pakai cocacola atau pepsi yang rasanya hampir2 mirip, jadinya pas nyobain rootbeer A&W berasa beda banget.  A&W itu rasa ayamnya unik. Entah kenapa bumbunya yang beda dengan yang lain menjadikan rasa ayamnya lebih asik di lidah. Mau yg original atau pun yang hot alias lebih pedas tidak membosankan. Tapi ini berlaku di jawa saja ya. Saya trauma nyobain A&W kalimantan timur. Soalnya rasanya beda. Semua kenangan saya akan rasa A&W jadi rusak di sana. Kalau dari segi harga, memang lebih mahal dibanding yang lain. Ma...