Langsung ke konten utama

3 Makanan yang Aman Meski Sudah Berjamur Dan 5 Yang Tidak

Jika Anda melihat jamur yang menempel pada makanan di lemari es Anda, pikiran pertama Anda mungkin adalah untuk membuangnya. Tetapi ada beberapa makanan yang aman untuk dimakan meski telah berjamur, jika Anda menanganinya dengan benar.

Yang bisa dimakan
1. Buah dan sayuran yang konsistensinya keras atau padat
Masalah terbesar dengan makanan berjamur adalah bahwa memotong bagian yang terlihat berjamur tidak sepenuhnya menghilangkan jamurnya. Untuk banyak makanan berjamur yang tidak aman  dikonsumsi, ada kemungkinan sangat besar bahwa jamur telah tumbuh lebih dalam ke bagian dalam makanan daripada yang Anda pikirkan. "Akar" jamur seringkali sudah meluas lebih jauh ke dalam makanan daripada yang bisa Anda lihat. Tetapi ini tidak terjadi pada buah-buahan dan sayuran yang keras, seperti kol, wortel, dan beberapa jenis buah pir. Makanan seperti ini, juga lobak, kentang, dan paprika, masih aman dikonsumsi selama Anda menghilangkan bintik-bintik berjamur sekitar 2cm atau lebih di sekelilingnya. Karena itu, paprika dan wortel benar-benar salah satu makanan yang Anda sering terlalu terburu2 untuk membuangnya. 

2. Daging kering
Daging yang berjamur mungkin terdengar seperti mimpi buruk soal gizi. Tetapi ada beberapa jenis daging di mana jamur sebenarnya merupakan bagian dari kenikmatan yang diharapkan pembuatnya. Salami, serta olahan daging kering di beberapa negara, secara otomatis memiliki permukaan putih yang adalah jamur. Jamur ini bukan ada di sana secara kebetulan, melainkan ini adalah bagian dari proses pembuatan,nya. Jamur jinak ini ditambahkan ke bagian luar daging karena dua alasan. Ini membantu "mematangkan"nya, dan memberikan lapisan pelindung untuk menjaga daging asap agar aman dari bakteri. Jadi jamur pada jenis daging ini seharusnya tidak membuat Anda takut. Jika Anda berpikir Anda mungkin sangat sensitif terhadap jamur, disarankan untuk membuang atau memotong bagian berjamurnya sebelum dikonsumsi.

3. Jenis keju tertentu
Ketika berbicara tentang keju, beberapa hal bisa membingungkan. Beberapa jenis keju dibuat dengan jamur, tetapi apakah itu berarti mereka aman untuk dimakan dengan jamur di permukaannya? Keju seperti Gorgonzola dan Stilton, di mana jamur merupakan bagian dari proses pembuatannya, terkadang jamurnya tidak akan membahayakan sisa keju. Anda juga bisa makan keju keras seperti Asiago dan Parmesan. Sama halnya dengan buah dan sayuran yang keras, keju keras akan menahan penyebaran jamur yang akan mencemari bagian dalam makanan. Untuk semua keju ini, direkomendasikan untuk memotong setidaknya 2cm di sekitar tempat berjamur dan membuangnya, dan perlu juga memastikan bahwa pisau Anda tidak bersentuhan dengan jamurnya. 

Yang harus dibuang
1. Keju lunak atau parut
Walaupun keju seperti Parmesan dapat menahan sedikit jamur, keju yang lebih lunak seperti Brie dan Camembert tidak baik ketika berhadapan dengan jamur. Katherine Zeratsky yang lebih lembut dan lebih cair dapat mempercepat penyebaran jamur, dan juuga  bakteri seperti E. coli.  Anda juga harus membuang parutan atau irisan keju keras. Dan akhirnya, keju cottage yang berjamur dan keju krim harus juga ikut dibuang.

2. Kacang-kacangan
Anda mungkin berpikir bahwa makanan yang padat ini, terutama kacang, dapat melindungi mereka dari jamur dengan cara yang sama seperti sayuran dan buah padat. Tetapi makanan seperti ini sebenarnya berisiko sangat tinggi untuk mempercepat perkembangan jamur karena mereka tidak diproses dengan bahan pengawet. 

3. Roti dan kue
Makanan yang lebih keras menahan infiltrasi jamur sementara yang lebih lunak tidak lagi enak untuk dimakan. Sifat berpori dari roti dan makanan yang dipanggang sangat kondusif untuk penyebaran jamur.

4. Potongan daging basah
Sementara salami  yang langka menggunakan jamur untuk meningkatkan rasanya, jamur pada daging lain adalah berita buruk karena kadar air pada dagingnya. Jika irisan daging dingin, hot dog, atau daging unggas memiliki jamur pada permukaan mereka, kontaminasi mungkin telah menyebar jauh di bawah permukaannya.

5. Selai, jeli, yogurt, dll.
Makanan apa pun dengan kadar air tinggi yang terkena jamur adalah berita buruk. Ini termasuk jeli, yogurt, krim, dan zat lain dengan konsistensi seperti ini yang dikemas dalam botol atau kaleng. Ini karena pertumbuhan jamur dapat menyebar jauh di bawah permukaannya. Dalam selai dan jeli, khususnya, jamur juga dapat meningkatkan pertumbuhan mikotoksin yang berbahaya . Selain itu, tekstur dan konsistensi zat-zat ini membuat hampir tidak mungkin untuk menghilangkan bercak-bercak jamur tadi. Tidak seperti makanan yang lebih padat di mana  itu dapat dengan mudah dihilangkan. Selain makanan berjamur ini, ada banyak makanan lain yang tidak boleh Anda makan melewati tanggal kedaluwarsanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...