Langsung ke konten utama

7 Tips Jalan-jalan Aman Selama Corona

Inilah cara mengurangi risiko infeksi saat Anda berusaha meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mendapatkan udara segar.

Sistem kekebalan perlu latihan untuk melakukan tugasnya dengan maksimal. Selama olahraga ringan seperti berjalan  dan selama dua atau tiga jam sesudahnya, sel-sel kekebalan yang penting akan meningkat lebih tinggi dari biasanya.

Beberapa tips umum jika Anda tidak terbiasa  berolahraga di luar ruangan yaitu pakailah pakaian yang cerah atau bahkan reflektif untuk membuat diri Anda gampang terlihat. Tetap di trotoar jika memungkinkan, tetap waspada terhadap pejalan kaki lainnya, sepeda, dan mobil di sekitar Anda. Jika Anda harus berjalan di jalur kendaraan bermotor, berjalanlah di sisi jalan yang membuat posisi badan Anda menghadap lalu lintas yang mendekat .

1. Jaga tangan
Para peneliti telah menyelidiki daya tahan virus corona begitu ia mendarat pada barang-barang seperti plastik, tiang, atau gagang pintu. Menurut University of Alabama di Birmingham, virus dapat hidup hingga tiga hari di permukaan seperti stainless steel dan plastik, misalnya. Itu berarti perpindahan coronavirus dapat terjadi ketika Anda keluar rumah dan Anda menyentuh bangku taman, pintu transjakarta atau bahkan tiang lampu lalu lintas. Cobalah untuk hindari meletakkan tangan Anda pada apa pun, dan jika Anda melakukannya, jangan menyentuh wajah Anda sampai Anda mencuci tangan. Menjauhkan tangan dari wajah tidak selalu mudah karena kebiasaan itu seringkali tidak disadari dan Anda mungkin baru menyadarinya setelah menggaruk hidung atau gatal pada bibir atas. Jika Anda berkeringat dan ingin menyeka dahi Anda, bawalah tisu desinfektan dan bersihkan tangan Anda sebelumnya atau wajah Anda sesudahnya 

2. Kenakan masker
Masih banyak hal yang tidak diketahui para ahli tentang bagaimana virus berperilaku di luar ruangan. Tetapi semua sepakat bahwa menutup  mulut dan hidung Anda dengan masker adalah cara yang penting untuk melindungi diri terhadap penularan coronavirus melalui udara. Jika Anda hanya sendirian di luar, mungkin aman untuj tak menggunakannya. Tetapi jika Anda keluar  dengan orang lain atau ke taman atau jalan ramai, maka semua orang harus memakai masker atau syal. Ini membatasi potensi terkena virus dan tidak menyebarkannya ke teman atau orang yang lewat. 

3. Jauhi zona merah
Cara yang terbukti dapat menyebarkan coronavirus adalah melalui kontak langsung dengan partikel yang berasal dari pernapasan orang yang terinfeksi . Tetapi para peneliti telah menemukan bahwa virus ini juga dapat tetap hidup dalam bentuk yang jauh lebih kecil yang disebut aerosol . Artinya adalah bahwa Covid-19 dapat hadir di udara yang Anda hirup . Sebuah surat penelitian dalam 14 April New England Journal of Medicine menemukan bahwa coronavirus tetap hidup ketika mikropartikel mengambang di udara hingga tiga jam dalam percobaan di laboratorium. Jadi secara teori Anda bisa terkena virus di manapun.

Meski masker bisa sedikit mengurangi resikonya. Anda juga bisa menjauhinya saja. Temukan jalur perjalanan yang lengang dan jika Anda berada di dekat orang lain, hindari berada tepat di belakangnya. Sehingga Anda tidak berjalan di sekitar "jalur nafas" mereka.

4. Desinfektan sepatu Anda
Virus keluar dan menempel di udara setelah seseorang batuk, bersin, berbicara dengan keras, atau bahkan bernyanyi, dan partikel virus itu dapat tetap berada di tanah dan melekat pada bagian bawah sepatu Anda. Sebuah studi dalam edisi Juli jurnal Emerging Infectious Diseases menemukan coronavirus di lantai rumah sakit. Setengah dari staf medis ICU juga memiliki sepatu yang teruji positif. Plus, para peneliti mendeteksi virus di lantai farmasi di bagian lain rumah sakit, menunjukkan bahwa virus telah bepergian ke sana lewat sepatu pegawai RS. Jadi, sebelum masuk ke dalam rumah, gunakan lap desinfektan untuk membersihkan sepatu Anda.

5. Lapangan luas
Semua peringatan sebelumnya mungkin menakutkan buat anda. Tetapi meskipun demikian ingatlah bahwa laboratorium dalam ruangan mungkin tidak secara akurat mencerminkan perilaku virus di lingkungan lain. Para peneliti Jepang menemukan bahwa angin dapat meniup partikel mikro virus yang tertinggal di udara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa panas , sinar UV dari matahari, dan kelembaban mungkin menghambat kemampuan virus untuk menyebar. Jadi cobalah jalan di lapangan yang luas. Ingatlah bahwa satu-satunya hal yang pasti tentang virus sejauh ini adalah ambil tindakan pencegahan yang wajar.

6. Memakai kaca mata hitam
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa coronavirus dapat menginfeksi Anda melalui mata. Petugas kesehatan mengenakan pelindung mata di atas masker  mereka. Anda bisa mencoba mengenakan kacamata hitam yang pas bersama masker Anda untuk mendapatkan perlindungan bagi mata. Para profesional kesehatan yang tidak memiliki pelindung wajah telah menggunakan kacamata ski. Namun, jika Anda mempraktikkan jarak sosial yang tepat , Anda harusnya sudah  cukup aman.

7. Tetap bersih di gym
Anda mungkin lebih suka berjalan di atas treadmill. Perlu diingat bahwa lingkungan klub kesehatan pasca-Covid-19 cenderung berbeda. Jarak sosial akan diberlakukan secara ketat untuk mencegah dan mengurangi risiko penyebaran dari orang yang tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala tetapi bisa menularkan virus corona. Tanyakan tentang kebijakan anti-virus yang diterapkan gym Anda. Bahkan jika serangkaian prosedur perlindungan tidak tersedia, Anda dapat menggunakan masker dan tisu desinfektan Anda sendiri untuk membersihkan treadmill, pegangan tangga, atau barbel sebelum dan sesudah digunakan. Pastikan Anda mengelap panel kontrol, pegangan, dan pedal karena penelitian menunjukkan bahwa coronavirus dapat bertahan selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...