Langsung ke konten utama

Apa Nama Universitas di Padang?

Pertanyaan itu berasal dari temen. Menurutku aneh ada orang yang tidak kenal Universitas Andalas, perguruan tinggi tertua di Sumatra. 

"Ga penting sih, jadi ga tau..."

Jawaban yang awalnya memicu emosiku. Bukan karena masalah itu tanah kelahiranku. Tapi rasanya pengetahuan itu adalah pengetahuan umum dasar. Dan sedari tadi aku sudah berusaha untuk tidak mentertawakannya. Waktu SMP atau SMA rasanya nama universitas terkenal di Indonesia menjadi salah satu menu wajib hafalan. Sekali lagi UNIVERSITAS TERKENAL. Dan rasanya TERTUA DI SUMATRA sudah menjadi salah satu musabab UNAND harus dikenal alias dihafal. Klo universitas lain di sumatera bisalah ada alasan lupa. Tapi rasanya ini icon. Penting.

Tapi kemudian dia bertanya lagi, apa gunanya diketahui?

Membuatku kemudian coba memikirkan lagi emosiku di awal. Dan.........MEMANG TIDAK PENTING. 

Semakin aku pikirkan, memang tidak ada gunanya mengingatnya. Apalagi di zaman Google. Semua informasi ada di angkasa. Kenapa harus dihafal?

Dan kalaupun hafal, apa gunanya? Apa gunanya dia yang orang cirebon hafal sebuah universitas yang memang secara nasional..........apa?

Iya tertua di sumatra lalu........apa?

Aku jadi merasa ketawa sendiri. Jangan2 justru aku yang terlalu banyak memasukan informasi tidak penting ke kepala. 

Mungkin juga ada ribuan, jutaan anak lain yang merasa lebih pintar karena ingat nama2 ibukota provinsi di Indonesia. Padahal..........untuk apa?
Memangnya menghasilka uang? Kecuali ikut kuis who wants to be a billionaire mungkin. 

Jadi kesimpulannya? Semoga kementerian pendidikan bisa mulai menyaring ulang pengetahuan apa saja yang sebaiknya diajarkan kepada anak Indonesia. Buat apa mereka belajar xyz kalau toh di akhir karirnya adalah psikolog, misalnya. Buat apa mereka menghafal nama ibukota dunia kalau toh passionnya pada arsitektur, rancang bangun gedung?

Semoga anak Indonesia kelak hanya akan mendapatkan apa yang mereka butuh. Bukan apa yang harus mereka hafal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Itu Gara2 Ulah Manusia Sendiri

Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...

5 Juli

Nayla datang untuk kontrol terakhir sebelum pernikahannya. Ia mengenakan dress putih. Cantik sekali. Katanya, ia ingin senyum terbaik di hari bahagianya. “Terima kasih, Dok. Kamu selalu sabar.” Aku ingin memeluknya, atau sekadar bilang jangan pergi… Tapi aku hanya berkata, “Senyummu… sudah sempurna sejak pertama kali kamu datang, Nay.” Itu hari terakhir aku melihatnya secara langsung.

KFC atau McD atau A&W?

Sebetulnya masih banyak ayam2 lainnya. Tapi semuanya saya kerucutkan menjadi 3 merek di atas. Dari ketiganya, saya pilih A&W.  Dulu pertama kali nyoba A&W itu bareng sepupu. Pesan paket dengan rootbeer yang bikin sepupu nanya : Assep minum bir? Ya namanya rootbeer tp isinya bukan minuman haram itu. InsyaAllah ga memabukan. Kayak soda biasa aja. Maksudnya jenia minumannya. Kalau rasanya.....hmmm unik. Mungkin lantaran di booth fastfood lain sudah pakai cocacola atau pepsi yang rasanya hampir2 mirip, jadinya pas nyobain rootbeer A&W berasa beda banget.  A&W itu rasa ayamnya unik. Entah kenapa bumbunya yang beda dengan yang lain menjadikan rasa ayamnya lebih asik di lidah. Mau yg original atau pun yang hot alias lebih pedas tidak membosankan. Tapi ini berlaku di jawa saja ya. Saya trauma nyobain A&W kalimantan timur. Soalnya rasanya beda. Semua kenangan saya akan rasa A&W jadi rusak di sana. Kalau dari segi harga, memang lebih mahal dibanding yang lain. Ma...