Langsung ke konten utama

Sistem Pelonggaran PSBB Terbaik

Kalau harus begini dan begitu, terlalu rumit dan ambigu. Sebaiknya umumkan saja nama2 penderita covid19. Biarkan masyarakat menghindari mereka. Dengan demikia ada sistem reward dan punishment. Mereka yang menjaga jarak dengan disiplin, menjaga diri, mendapat reward berupa bisa bekerja dengan nyaman. Sementara mereka yang badung, ngotot jadi imam mesjid meskipun sakit, menulari jamaahnya, mereka yang tetap jualan bakso, meskipun sedang sakit, lalu menulari sekelilingnya, mereka yang malas pakai masker dan menjaga jarak, mereka yang ngotot dempet2an demi McDonald, akan mendapat punishment berupa sakit dan dijauhi masyarakat. Adil? Ya cukup adil. Ketimbang mereka tetap beraktivitas demi egoisme mereka, tapi cuek saja dengan nasib orang lain yang terkena. 
Semoga pemerintah bisa memikirkan cara ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.