Langsung ke konten utama

11 Tanda Sudah Waktunya ke Dokter Gigi

Meskipun tidak semua orang suka pergi ke dokter gigi, kamu melakukannya untuk kesehatan gigimu sendiri.

Tetapi beberapa orang hanya pergi ketika gigi sudah terasa sakit dan bahkan ketika giginya harus dicabut.

Jika kamu mengalami rasa sakit apa pun di mulut, sering sakit kepala, atau memiliki rasa tidak enak di mulut, ini semua bisa menjadi tanda bahwa kamu perlu pergi ke dokter gigi sesegera mungkin.

Meskipun kamu menunda-nunda, tubuhmu mungkin sudah memberi tahu  bahwa kamu harus pergi sekarang juga,  dan bahkan kamu mungkin tidak memperhatikan tanda-tanda peringatannya.

Indikator yang dapat menjadi tanda bahwa kamu harus segera ke dokter gigi.

1. Gigimu sensitif terhadap makanan panas, dingin, atau bergula
Jika kamu memerhatikan kepekaan terhadap makanan dingin, panas, atau bergulamu meningkat, itu bisa berarti gigimu berlubang. Tetapi kepekaan ini juga bisa menjadi tanda sesuatu yang lebih serius.

Sangat sering, pasien datang dan mereka memiliki sensitivitas ekstrim terhadap makanan panas dan dingin. Setelah dilakukan tes ternyata tidak ada lubang. Tetapi yang menyebabkan semua sensitivitas mereka adalah terbukanya akar gigi dan resesi gusi.

2. Bau mulut kronis
Halitosis atau bau mulut mungkin tidak disebabkan oleh kebiasaan menyikat gigi yang salah. Ini sebenarnya bisa menjadi tanda pertama adanya infeksi atau masalah gigi lainnya yang hanya dapat ditentukan oleh dokter gigimu.

3. Ada benjolan atau permukaan kasar di mulut, lidah, atau pipi.
Jika kamu merasakan benjolan, permukaan kasar, atau luka di mulut yang tidak dapat disembuhkan, itu bisa berarti infeksi virus atau kanker mulut.

Kamu tidak harus menjadi perokok atau merasa sakit hebat dulu untuk memiliki masalah serius. 

4. Gigimu berubah warna
Perubahan warna gigi bisa menyebabkan banyak masalah di mulut. Ini biasanya menunjukkan gigi yang telah rusak dan dapat menyebabkan infeksi.

5. Gusi berdarah saat menyikat gigi atau flossing
Jika gusimu berdarah saat menyikat gigi atau flossing, itu bisa berarti kamu memiliki penyakit gusi, dan penting untuk memeriksakannya.

Plak periodontal yang menyebabkan iritasi pada mulut seseorang adalah plak yang sama dengan yang ditemukan di arteri di seluruh tubuh dan dapat menyebabkan masalah jantung. Jika kamu khawatir dengan luka di lenganmu yang tidak berhenti berdarah, mengapa diam saja ketika gusimu berdarah?

6. Rasa sakit di gigi, mulut, dan rahang
Nyeri adalah tanda peringatan pertama dari  tubuh bahwa ada sesuatu yang salah. Jika kamu merasa sakit di area mulut, atau kamu bangun tidur dan rahangmu sakit, itu bisa menjadi tanda untuk menemui dokter gigi. Bahkan rasa sakit dan nyeri yang minimal dapat merupakan tanda masalah besar.

Bisa jadi ada lubang, gusi yang turun, atau gigi patah, tetapi tidak ada cara lain untuk mengetahuinya tanpa dokter gigi mendiagnosisnya.

7. Sering sakit kepala
Orang-orang yang menggeretakan gigi pada malam hari (disebut bruxism) dapat menyebabkan cedera sangat besar pada otot-otot gigi dan rahangnya, terutama otot-otot masseter dan temporalis, sehingga dapat menyebabkan sakit kepala..

8. Gigi terlihat lebih pendek
Tanda peringatan lain dari bruxism dapat muncul dalam penampakan gigi, menurut Dr. Spitz..

Jika kamu bercermin dan menyadari bahwa gigimu tidak sebesar yang terlihat sebelumnya, itu bisa jadi merupakan hasil dari bruxism.

Menggeretakkan gigi dapat menyebabkan pengikisan enamel yang lebih parah di mulut dan membuat gigimu rentan terhadap gigi berlubang, saraf yang terekspos, dan masalah kesehatan lainnya.

9. Mulut terasa tidak enak
Rasa tidak enak di mulut bisa disebabkan oleh abses, kantong nanah yang disebabkan oleh infeksi, yang terbentuk di dalam mulut. Akibatnya, kamu merasakan nanah saat mengecap.

Mengetahui akar masalahnya adalah hal penting karena kamu tentu tidak ingin membiarkan infeksi memburuk.

10. Sudah lama tidak ke dokter gigi
Jika kamu belum pernah ke dokter gigi dalam waktu lebih dari enam bulan, sebaiknya segera bikin janji untuk cek semua gigi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.