Langsung ke konten utama

Gagahnya Timur Tengah

Baru-baru ini, stasiun televisi Al-Jazeera memutar video rudal yang diluncurkan United Arab Emirate (UAE) ke kubu oposisi Libya. Di waktu yang lain, Arab Saudi juga meluncurkan rudal ke basis kubu Houthi, Yaman yang menewaskan beberapa orang.

Dua peristiwa tersebut terjadi di saat pandemi, yang sejatinya tidak boleh memadamkan kewaspadaan kita. Uluran tangan guna membantu mereka yang terdampak pandemi dan hidup dalam ketidakpastian dalam beberapa tahun terakhir wajib dilakukan, namun itu bukan berarti harus menahan diri melihat kezaliman.

Terkutuklah mereka yang berdiam diri melihat kezaliman dengan dalih sedang pandemi. Berdiam diri melihat mereka yang zalim di tengah pandemi merupakan serendah-rendahnya akhlak. Mereka yang mempunyai akal sehat dan hati nurani, tetapi sayangnya mereka tidak menggunakannya. Setelah kisah kepahlawanan Aceh dan Afghanistan, cuma Timur Tengah yang bisa diharapkan melanjutkan sikap heroik itu.


Pandemi justru dapat digunakan sebagai momentum untuk mendorong mereka yang merusak kedamaian di Timur Tengah untuk segera bertekuk lutut. Sebab pandemi akan sulit dihadapi dengan keberadaan kelompok2 pengacau sadis seperti di Libya dan Yaman. Perdamaian tidak akan bisa didapatkan tanpa perjuangan.

Keterlibatan Arab Saudi dan UAE dalam konflik di beberapa negara, seperti Yaman dan Libya memiliki dampak positif terhadap stabilitas politik di Timur Tengah. 

Meski di tengah ekonomi kedua negara yang sedang terpuruk akibat pandemi, mereka masih menunjukan kepedulian terhadap keamanan Timur Tengah. Laporan terbaru IMF mencatat untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi terjun bebas ke titik negatif yang lumayan parah dalam empat dekade terakhir, akibat tingginya jumlah pengangguran dan naiknya utang luar negeri. IMF mencatat utang negara-negara Arab akan naik sekitar 15%, sehingga mencapai 1,46 triliun dolar AS.

Kerugian yang harus ditanggung akibat pandemi dan merosotnya harga minyak sekitar 323 miliar dolar AS, yang berdampak secara signifikan terhadap perekonomian negara-negara jiran Arab lainnya, termasuk dapat mengurangi angka pekerja buruh migran. Itu maknanya, krisis ekonomi yang dihadapi negara-negara kaya minyak akan memberikan dampak serius bagi negara-negara sekitarnya juga.

Tapi untunglah, situasi itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan.

Negara-negara yang terlebih dahulu babak-belur akibat konflik politik di antara faksi-faksi politik di dalam negeri masing-masing, seperti Yaman, Suriah, dan Libya harus menerima takdir sejarah melewati masa-masa sulit di tengah pandemi. Mereka hidup dalam konflik yang hingga saat ini belum ada solusi mujarab bagi masa depan mereka. Bahkan, mereka terancam akan hidup di tengah konflik yang berkepanjangan. 

Menyusul negara-negara yang berada dalam zona merah konflik tersebut, negara-negara lain di kawasan harus menghadapi tantangan yang tidak mudah di masa mendatang. Arab Saudi menjadi negara yang paling pertama akan menghadapi goncangan ekonomi secara serius. Setidaknya dalam 5 tahun terakhir pendapatan dari minyak menurun drastis, dari 732 miliar dolar AS menjadi 499 miliar dolar AS. Sedangkan utang luar negeri Arab Saudi terus meningkat tajam dari 12 miliar dolar AS menjadi 183 miliar dolar AS.

Belum lagi, penutupan ibadah umrah tidak ada kepastian kapan akan dibuka, termasuk kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Arab Saudi berpikir keras memutar otak untuk mencari solusi bagi krisis ekonomi. Dan satu-satunya solusi adalah hutang ke IMF dan menjual saham Aramco ke China.

Beberapa negara lainnya, seperti Mesir, Libanon, Irak, dan Palestina menjadi negara-negara yang juga terdampak pandemi. Meskipun tidak ada konflik politik yang begitu sengit, tetapi mereka sedang menghadapi krisis ekonomi yang serius karena terhentinya aktivitas ekonomi dampak pandemi. Negara-negara kaya minyak lainnya, seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar juga akan menghadapi tantangan yang tidak mudah.

Padahal saat ini Amerika Serikat sedang menghadapi masalah dalam negeri yang tidak mudah. Apalagi mereka akan menggelar Pemilu Presiden akhir November nanti. Sebab itu, momentum untuk mewujudkan Timur-Tengah baru yang tidak bisa digoyang Amerika dapat dilakukan dengan mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan bersama. Saat ini Amerika Serikat akan fokus dalam persoalan dalam negeri mereka karena krisis ekonomi dan krisis politik yang sangat serius.

Timur-Tengah modern selama ini dikenal sebagai Timur-Tengah yang mudah bertekuk lutut di bawah ketiak kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya, sehingga begitu banyak momentum yang dilalui begitu saja, tanpa solusi yang mujarab bagi krisis yang dihadapi mereka sendiri. Tapi Saudi dan UEA berusaha membuktikan bahwa mereka bertanggung jawab terhadap keamanan mereka sendiri. Amerika tidak berani mengganggu tindakan Saudi terhadap Houthi. Jika Saudi dan UEA berhasil maka hampir bisa dipastikan bahwa masa depan Timur-Tengah akan membaik. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...