Baru baca tulisan salah satu judul video tv berita nasional di youtube soal Indonesia mendekati jurang resesi. Lalu saya teringat dulu tinggal di salah satu kampung di kalimantan. Orang2nya kalau ingin gorengan tinggal nyabut singkong di halaman rumah. Kalau ingin sayuran, juga nyabut di sekitar rumah. Buah pun demikian, petik di depan rumah. Orang2 ini rasanya tidak sesuai dengan kata2 resesi. Mereka punya cadangan pangan yang tak tergerus oleh nilai rupiah atau neraca impor.
Yang bakal kena resesi adalah mereka yang mati2an menjaga harga hasil tani dan ternak di angka serendah mungkin, supaya mereka tetap bisa pulang kampung sambil petantang petenteng di hadapan petani sebagai ORANG KANTORAN.
Yang bakal kena resesi itu adalah mereka yang jijik mengolah tanah di kampungnya dan memilih menjadi ORANG KANTORAN meninggalkan kampung halaman.
Yang bakal kena resesi adalah mereka yang muncul di TV kemudian merasa sanggup untuk membeli rumah mewah dengan cicilan ratusan juta per bulan.
Yang bakal kena resesi adalah mereka yang muncul di TV sambil pakai pakaian ketat, lalu mengatakan bahwa ayam goreng berbalut tepung itu sebagai makanan sampah. Mereka layak kena resesi, makanan sebagus itu saja mereka anggap sampah. Padahal banyak orang yang belum pernah makan enak.
Yang bakal resesi adalah mereka yang ngotot beli mobil, padahal tak punya garasi.
Yang bakal kena resesi adalah mereka yang ngotot jadi honorer demi gengsi, ketimbang berjualan. Padabal dia tau kalau jualan lebih besar hasilnya daripada kerja di instansi pemerintahan.
Komentar
Posting Komentar