Heran juga melihat jemaah haji yang rusuh gara2 batalnya pemberangkatan haji Indonesia tahun ini. Heran karena sebetulnya efeknya ke mereka itu apa sampai sebegitunya?
Kehilangan kesempatan haji? Berarti sama dengan tidak terima pada takdir Allah. Seperti meratapi keluarga yang meninggal. Tidak terima pada keputusan Allah. Dan berprasangka buruk bahwa dia tidak akan diberik kesempatan berhaji oleh Allah di lain waktu.
Lagipula tugas manusia hanya berusaha. Uang sudah disetor. Sudah masuk daftar antrian. Covidnya yang tidak terduga sebelumnya. Lalu gagal haji lantas merajuk ngamuk kecewa pada keputusan pemerintah? Padahal alasan pemerintah itu logis dan jelas demi keselamatan. Sudah dijelaskan alasannya covid19 dan belum adanya kepastian dari pemerintah Saudi. Semua di luar kendali pemerintah. Lain kasus kalau pemerintah memang anti haji. Emang kalau pemerintah akhirnya memberangkatkan haji KARENA TUNTUTAN JAMAAH, udah siap nanti di akhirat disidang di hadapan Allah dengan status : jamaah haji yang ngotot berhaji akhirnya malah dapat dosa sebagai pelaku bunuh diri?
Tenangkan diri. Jangan terprovokasi pihak2 yang memang punya kepentingan ekonomi lewat proyek haji. Seolah2 mereka kecewa pada keputusan pemerintah gara2 niat tulus membantu anda para jamaah haji. Padahal sebetulnya di hati mereka terdalam, takut mereka akan rugi besar gara2 proyek haji tahun ini dibatalkan.
Komentar
Posting Komentar