Langsung ke konten utama

Mudik Bukan Hanya Punya Indonesia

Daripada nanti orang2 picik yang termakan isu yang ditiupkan oleh Aseng, ngamuk2 lagi kalau ada sesuatu yang "punyanya" diambil Malaysia, lebih baik diluruskan dulu.

Di lebaran2 yang lalu sering terdengar sayup2 "mudik hanya ada di Indonesia....". Yang tertangkap adalah "aktivitas bernama mudik hanya asa di Indonesia". Atau "orang pulang kampung saat hari raya itu cuma ada di Indonesia." Sesaat percaya dengan pernyataan itu. Hingga sampai tibanya covid19.

Ternyata pemerintah Cina melarang warganya pulang kampung demi peringatan hari raya karena takut mereka malah memperluas penyebaran covid19. India pun demikian. Pakistan. Dan baru tau juga kalau thanksgiving pun dijadikan ajang berkumpul dengan keluarga oleh orang2 amrik.

Jadi salah selama ini mereka yang ngeklaim kalau aktivitas pulang kampung saat hari raya hanya milik Indonesia. Pulang kampung saat hari raya dilakukan oleh penduduk di banyak negara. Bukan cuma Indonesia. "Mudik" tentu saja bisa diklaim Indonesia karena orang Cina tentu akan menggunakan istilah dalam bahasanya sendiri.

Mudah2an Indonesia tidak lagi sensitif dan akan lebih percaya diri di kemudian hari. Tidak lagi gampang terprovokasi oleh isu2 yang ditiupkan aseng untuk memperkeruh hubungan dengan Malaysia, seperti yang dilakukan komunis di tahun 60an kepada Malaysia.

Toh Malaysia tidak pernah mengaku2. Orang Indonesia yang tinggal di Malaysia lah yang membuat batik di sana. Orang ponorogo di Malaysia lah yang menampilkan reog. Padahal paten pembuatan tahu punya siapa? Batik? Semua sudah dipatenkan aseng dan amrik, sementara Indonesia sibuk mencela2 Malaysia. 

Bagaimana mau melawan aseng kalau segitu gampangnya diadu domba? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...