Langsung ke konten utama

Olahraga Demi Gengsi atau Masalah Kesehatan Masyarakat?

Judul sebuah berita soal Rangking Indonesia di FIFA sedikit menarik. Soalnya menurut saya apa kontribusi rangking timnas di FIFA kepada status kesehatan masyarakat. Apakah dengan timnas sepakbola menanjak lebih tinggi dalam rangking FIFA lalu jumlah penyakit jantung di Indonesia menurun drastis?

Ya, mungkin semuanya hanya soal prestise. Soal gengsi kenegaraan. Dan sampai lebaran keong pun gengsi tak akan bisa membeli nasi uduk, apalagi kesehatan masyarakat. 

Timnas bola, atau tepatnya sepakbola profesional, toh hanya akan memperkaya mereka yang hobi sepakbola. Pemain, pelatih, klub. Dampaknya terhadap masyarakat? Mereka bisa jualan baju dan makanan kecil saat pertandingan? Ya mereka juga bisa melakukan itu ketika ada berbagai acara. Maksudnya kalau memang tujuannya membuka lapangan kerja di sekitar itu, lalu kenapa pemerintah harus memberi perhatian khusus? Klo memang ingin berkembang sebagai industri, tentunya olahraga ya harus jadi industri. Industri tidak mengemis dana pada pemerintah apalagi APBD. Industri bergerak berdasarkan suplai dan demand. Ketika menjadi pemain bola memang menjanjikan, tentunya tanpa disuruh pun anak2 muda akan giat berlatih bola, sebagaimana saat ini anak2 ingin menjadi dokter. 

Lalu kenapa pemerintah yang harus memikirkan rangking FIFA? Bibit pemain muda dll? Biarkan saja sepakbola menemukan bibitnya sendiri. Biarkan industri itu menjadi industri. Kenapa semuanya harus jadi ala negara komunis. Dimana semuanya apa apa negara, dikit2 negara. Indonesia sudah dikenal sebagai negara kebanyakan aturan. Alangkah baiknya jika perlahan mulai disederhanakan. Janganlah setiap sudut kehidupan masyarakat harus diurusi oleh negara. Apalagi sesuatu yang tidak jelas kontribusinya bagi negara selain GENGSI semata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Itu Gara2 Ulah Manusia Sendiri

Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...

5 Juli

Nayla datang untuk kontrol terakhir sebelum pernikahannya. Ia mengenakan dress putih. Cantik sekali. Katanya, ia ingin senyum terbaik di hari bahagianya. “Terima kasih, Dok. Kamu selalu sabar.” Aku ingin memeluknya, atau sekadar bilang jangan pergi… Tapi aku hanya berkata, “Senyummu… sudah sempurna sejak pertama kali kamu datang, Nay.” Itu hari terakhir aku melihatnya secara langsung.

KFC atau McD atau A&W?

Sebetulnya masih banyak ayam2 lainnya. Tapi semuanya saya kerucutkan menjadi 3 merek di atas. Dari ketiganya, saya pilih A&W.  Dulu pertama kali nyoba A&W itu bareng sepupu. Pesan paket dengan rootbeer yang bikin sepupu nanya : Assep minum bir? Ya namanya rootbeer tp isinya bukan minuman haram itu. InsyaAllah ga memabukan. Kayak soda biasa aja. Maksudnya jenia minumannya. Kalau rasanya.....hmmm unik. Mungkin lantaran di booth fastfood lain sudah pakai cocacola atau pepsi yang rasanya hampir2 mirip, jadinya pas nyobain rootbeer A&W berasa beda banget.  A&W itu rasa ayamnya unik. Entah kenapa bumbunya yang beda dengan yang lain menjadikan rasa ayamnya lebih asik di lidah. Mau yg original atau pun yang hot alias lebih pedas tidak membosankan. Tapi ini berlaku di jawa saja ya. Saya trauma nyobain A&W kalimantan timur. Soalnya rasanya beda. Semua kenangan saya akan rasa A&W jadi rusak di sana. Kalau dari segi harga, memang lebih mahal dibanding yang lain. Ma...