republika.co.id
MUI: Shalat Jumat Dua Gelombang Tidak Sah
Shalat jumat dua gelombang tidak dibenarkan dengan alasan apapun.
Kamis , 04 Jun 2020, 18:00 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah lakukan kajian terkait shalat Jumat dua gelombang atau lebih dari satu kali. Menurut Ketua Umum MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama Yusnar Yusuf, shalat jumat dua gelombang tidak sah.
Shalat jumat dua gelombang, menurutnya tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Jika umat muslim yang tidak bisa mengikuti shalat jumat maka diwajibkan untuk shalat dzuhur.
Ia menambahkan, keputusan tersebut terdapat dalam Fatwa MUI Nomor lima tahun 2000 tentang pelaksanaan shalat Jumat dua gelombang. Fatwa tersebut dinilai masih relevan untuk menjawab permasalahan saat ini.
© 2019 republika.co.id - All Rights Reserved.
Lagian kalau alasannya situasi tidak memungkinkan, lah bukannya itu artinya UDZUR? Yasudah shalat zuhur saja di rumah.
Tapi kan saya pengen jumatan Bang?
Sama artinya lo lagi ambeien terus nyalahin tukang warung yang cuma nyediain kursi kayu. Sudah jelas lo punya pilihan buat bungkus. Sudah jelas yang bikin lo ambeien itu Allah, napa lo jadi bikin pusing tukang warung?
Tapi kan klo ga jumatan lebih dari 3x kafir bang?
Itu kan klo ga ada udzur toiiiiiiiiiiiiing. Klo jelas2 ada udzur, jelas2 ada pandemi, kok lo salehnya baru sekarang?
Tapi di Amerika dan Eropa jumatannya 2 gelombang
Patokan itu Alquran dan Hadits, lewat tafsiran para ulama selaku ahlinya. Mau orang Amerika jumatan 3 gelombang, jumatan sambil koprol, jumatan sambil tiktok, selama tidak ada alasan pendukung dalam Al quran dan hadits ya ngawwwwuuur. Di australia ada noh imam yang homo, mau juga di indonesia ada imam LGBT?
Intinya setan rebelnya jangan muncul saat pandemi begini. Saleh itu ya saleh aja dari dulu. Jangan pas dilarang begini dan begitu terus ngeyel. Itu namanya bukan cinta masjid atau shalat, tapi cinta rebel. Senengnya melawan larangan. Dilarang mabok, eh mabok. Dilarang zina, eh kumpul kebo. Dilarang judi, eh judi. Dilarang riba, eh minjem sana sini. Giliran dilarang shalat di mesjid, eh ngeyel tetep shalat di mesjid. Pahala insyaAllah ga dapet, yang ada klo mati gara2 covid19 distempel bunuh diri sama malaikat.
Jadi yang wajar2 ajalah. Saleh mah saleh aja. Latih diri dari sekarang. Jangan salehnya salah niat, cuma karena ingin melawan pemerintah.
Terus baca berita juga pilih2 saluran. Kalo sumber beritanya situs yang terkenal alay dan cabe2an, meskipun ratingnya paling tinggi di indonesia pun tetap harus dikritisi. Biasanya mereka juga memilih ulama yang sepihak dengan mereka. Bukan memberitakan kebenaran. Ulama yang kerjanya loncat2an ga jelas aja mereka tayangin demi sebuah kata GAUL, gimana mau percaya dengan pemberitaan mereka.
Komentar
Posting Komentar