Langsung ke konten utama

Ulama Tolak Rapid Test Untuk Kiai dan Santri?

Pas baca judul beritanya langsung ingat kampret. Ingat juga bapak2 yang ngamuk2 di razia PSBB dengan membawa2 Allah dan kemudian dibela oleh ratusan orang yang mengaku muslim. 

Ya muslim Indonesia itu mungkin mayoritas. Tapi mayoritasnya juga tidak paham tentang Islam. Asal bawa nama Allah, ulama, habib atau segala sesuatu yang berbau Islam, akan dibela mati2an.

Rasanya menarik untuk menunggu kasus baru ini. Apa kira2 alasan ulama menolak rapid test ini. Kalau alasannya diskriminasi, toh semua orang juga dirapid test. Bahkan ada jamaat satu gereja dirapid test. 

Capek rasanya melihat oknum seperti ini merusak Islam. Sekedar bawa2 atribut agama, kemudian melakukan hal2 yang tidak sejalan dengan agama. Betul juga, musuh Pancasila itu adalah orang dungu yang beragama. Karena kedunguannya, dia jadi seperti babi yang lari ke sana kemari menghantam segala benda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.