Langsung ke konten utama

Biaya Pendidikan Mahal?

Dulu manggut2 aja klo ada yang cerita soal biaya pendidikan Indonesia yang mahal. Ya waktu itu memang agak bingung, karena sejak SD sampai kuliah selalu di lembaga pendidikan negeri yang selalu bisa dijangkau oleh penghasilan orangtua saya. Tapi dalam hati berfikir, mungkin sekarang lebih mahal dari zaman saya dulu.

Eeeeeh di sebuah grup yg saya ikuti ternyata emak2 sedang ngomongin hal yang sama. Soal biaya pendidikan anak2 mereka yang katanya mahal. Eeeeh setelah diikuti dengan sabar ternyata.......................biayanya sampai 30 juta per.....lupa saya. Tp intinya meski satu semester pun itu juga itungannya sudah mahal. Apalagi kalau itu per bulan. 

Oke, sampai di situ mungkin semua emak2 di dunia akan berseru : iya mahal sekarang BIAYA PENDIDIKAN.

Tapi ada eeeeeeeeeh berikutnya. Eeeeeh ternyata anaknya disekolahkan di salah satu sekolah SWASTA TERNAMA di bandung. 

Jadi akhirnya kesimpulan yang saya dapat, mereka mengatakan biaya pendidikan mahal karena mereka gengsi dengan yang murah. Padahal mereka semua jadi dokter gigi terkenal, berawal dari SD SMP SMA negeri yang pasti terjangkau untuk masyarakat umum. 

Jadi mahalnya barang di dunia ini bukan karena mahal, tapi karena DL, DERITA LOE. Derita yang kamu ciptakan sendiri. Gengsi makan di warteg dan mewajibkan diri makan di KFC tiap hari. Mana mungkin bisa dijangkau dengan gaji UMR? Yang salah pemerintah? KFC? Atau otak kau?

Begitu juga soal biaya kesehatan. Ada seorang ibu yang mengaku melahirkan tidak di puskesmas. Alasannya bersalin di puskesmas itu mahal. Sebagai orang yang pernah kerja di puskesmas, saya langsung heran. MAHAL? terus harusnya berapa? Senilai ongkos parkir? 

Untunglah ada Lula Kamal di situ. Beliau langsung menyelidiki : Emang ibuk sudah pernah tanya biaya persalinan di puskesmas?

Dan ternyata jawaban si ibu : "belum"

Lalu Lula Kamal menyelidiki lagi, darimana dia bisa bilang pusk3smas mahal. Akhirnya si ibuk menjawab bahwa itu OMONGAN TETANGGA.

Tontonan yang didominasi oleh kemewahan telah merusak otak masyarakat. Melihat artis dan pejabat yang berobat ke luar negeri, lalu mereka tahu biayanya, lalu tiba2 mengklaim bahwa biaya kesehatan mahal. Padahal intinya, mereka gengsi kalau membayar murah. Ibarat orang yang melihat nasi padang komplit, tapi dia ngotot harus chef Juna yang masak. Kan otaknya yang bermasalah, bukan harga makanan yang naik.

Jadi, kesehatan otak itu penting sebelum ngurusin keuangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Itu Gara2 Ulah Manusia Sendiri

Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...

5 Juli

Nayla datang untuk kontrol terakhir sebelum pernikahannya. Ia mengenakan dress putih. Cantik sekali. Katanya, ia ingin senyum terbaik di hari bahagianya. “Terima kasih, Dok. Kamu selalu sabar.” Aku ingin memeluknya, atau sekadar bilang jangan pergi… Tapi aku hanya berkata, “Senyummu… sudah sempurna sejak pertama kali kamu datang, Nay.” Itu hari terakhir aku melihatnya secara langsung.

KFC atau McD atau A&W?

Sebetulnya masih banyak ayam2 lainnya. Tapi semuanya saya kerucutkan menjadi 3 merek di atas. Dari ketiganya, saya pilih A&W.  Dulu pertama kali nyoba A&W itu bareng sepupu. Pesan paket dengan rootbeer yang bikin sepupu nanya : Assep minum bir? Ya namanya rootbeer tp isinya bukan minuman haram itu. InsyaAllah ga memabukan. Kayak soda biasa aja. Maksudnya jenia minumannya. Kalau rasanya.....hmmm unik. Mungkin lantaran di booth fastfood lain sudah pakai cocacola atau pepsi yang rasanya hampir2 mirip, jadinya pas nyobain rootbeer A&W berasa beda banget.  A&W itu rasa ayamnya unik. Entah kenapa bumbunya yang beda dengan yang lain menjadikan rasa ayamnya lebih asik di lidah. Mau yg original atau pun yang hot alias lebih pedas tidak membosankan. Tapi ini berlaku di jawa saja ya. Saya trauma nyobain A&W kalimantan timur. Soalnya rasanya beda. Semua kenangan saya akan rasa A&W jadi rusak di sana. Kalau dari segi harga, memang lebih mahal dibanding yang lain. Ma...