Langsung ke konten utama

Jangan Terprovokasi Kempi

Cukuplah negara ini kehilangan salah satu Undang2 Pidana paling islami sepanjang sejarah, hanya gara2 kampret2 yang terjebak dalam permainan cebong2.  Akibatnya kempi yang didominasi emak2 dan anak2 berbondong2 melakukan demo. UU pidananya yang sebetulnya sangat bagus akhirnya dibatalkan. UU lain yang sebetulnya justru amat bermasalah, malah ditetapkan. Setelah itu barulah kampret2 terdiam karena baru menyadari bahwa mereka hanya ditunggangi oleh kepentingan si cebong.

Sekarang Pemda DKI didemo. Kemudian berbagai karangan bunga tampak di balaikota. Bukannya karangan bunga adalah ciri khas cebong yang memang anti Anies?

Jadi sebelum terprovokasi dan menyesal lagi, sebaiknya belajarlah sabar dan menahan diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.