Langsung ke konten utama

Kesultanan Singapura

Dulu kaget waktu merantau ke Berau, Kalimantan Timur. Ternyata penguasa awal, maksudnya awal maju, maksudnya awal mulai beradab, berhubungan dengan negara luar, itu adalah KESULTANAN. 

Sampai di Balikpapan lebih kaget lagi. Ternyata SULTAN yang menandatangani urusan perdagangan dan eksplorasi migas di kalimantan. 

Sekarang kaget lagi bahwa ternyata Singapura dulunya dibuka ke dunia luar oleh KESULTANAN.

Kalimantan Barat juga ternyata KESULTANAN. 

Medan juga adalah pusat KESULTANAN DELI.

Ikut bahagia karena ternyata pembuka kemajuan sebuah negeri adalah muslim. Muslim adalah rahmat bagi seluruh alam, ternyata bukan omong kosong semata. Kalau muslim tidak membuka sebuah wilayah, maka daerah itu akan lebih tertinggal dari daerah lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Ada Gigi yang Ditambal Langsung, Ada yang Tidak?

Tidak semua gigi bisa langsung ditambal karena kondisi kerusakan setiap gigi berbeda-beda. Berikut alasan utama kenapa ada yang bisa langsung ditambal dan ada yang tidak: 1. Tingkat Kerusakan Gigi Bisa langsung ditambal: Jika lubang pada gigi masih kecil atau sedang, dan tidak mencapai saraf gigi. Tidak bisa langsung ditambal: Jika lubangnya terlalu dalam, atau sudah mengenai saraf (pulpa), maka harus dilakukan perawatan saluran akar dulu sebelum ditambal. 2. Infeksi atau Nyeri Hebat Gigi yang bernanah, bengkak, atau sakit berdenyut tidak bisa langsung ditambal. Harus diobati dulu infeksinya. Menambal langsung bisa “mengurung” bakteri di dalam, dan itu memperparah kondisi gigi. 3. Kebutuhan Perawatan Lanjutan Dalam beberapa kasus, dokter perlu membersihkan lubang gigi secara bertahap atau dilakukan perawatan saluran akar sebelum tambalan permanen. 4. Struktur Gigi yang Tersisa Kalau kerusakan terlalu besar, tidak cukup kuat hanya ditambal. Bisa jadi perlu dibuat mahkota gigi (crown). J...

19 Oktober 2023

Hari ini aku dapat kabar… Nayla meninggal. Kecelakaan. Dunia seperti ikut berhenti bersamaku. Aku datang ke pemakamannya. Berdiri di antara orang-orang yang mencintainya secara nyata, sedangkan aku? Aku hanya bayang-bayang di sudut kenangan. Tak ada yang tahu, bahkan ia pun tak pernah tahu… aku menyayanginya lebih dari yang bisa kupahami.