Iya betul. Tapi kalau mau meruntuhkan sebuah pernyataan itu haruslah pakai alasan yang kuat. Dan alasan yang kuat salah satunya haruslah didukung oleh data yang kuat. Bicara soal kasus ini tentunya datanya adalah berapa yang hijaber, berapa yang baju biasa. Buka datanya, siapa yang lebih banyak dilecehkan?
"Ah, teman saya yang berhijab juga dilecehkan kok di jalan!"
Ga usah tinggi2 dulu nadanya waktu ngomongin hal di atas, nanti malu sendiri. Kenapa?
Karena itu tidak berarti sesuatu yang berlawanan dengan nasehat memakai hijab.
Kamu dinasehati memakai hijab supaya melindungi diri dari pelecehan.
"Lah tapi kok saudara saya tetap saja dilecehkan di jalan?"
Iya jangan tinggi2 dulu suaranya.
Kenapa kamu disuruh pakai sabuk pengaman? Supaya apa?
Sudah mulai sinkron otakmu? Kamu disuruh pakai helm naik motor kenapa?
Sudah mulai ada otakmu?
Sekarang jawab, apakah semua orang yang pakai sabuk pengaman dan helm itu selamat saat kecelakaan?
Sudah dipakai otakmu?
Lalu bandingkan angka mereka yang mati atau berakibat fatal saat kecelakaan TANPA HELM dan mereka yang pakai helm. Gimana? Apakah otak tololmu kemudian berkesimpulan bahwa pakai helm itu tai kebo?
Jadi kalau mau ambil kesimpulan, pakailah data. Jangan sekedar, "Kalau dibilang begitu kok begini..." Sekedae berdasarkan satu kasus yang kamu tau. Dibanding ribuan kasus yang kamu tidak tau.
Jadi, pakai otak sebelum menyimpulkan.
Komentar
Posting Komentar