Langsung ke konten utama

Turki Membuat Hagia Sofia Terhormat Lagi

Itulah pernyataan yang disampaikan oleh Pendeta Kristen Ortodoks Yunani soal kembalinya masjid Hagia Sofia.

Kemudian dia menjelaskan soal wisatawan yang menggunakan pakaian menerawang dan berkunjung ke Hagia Sofia. Dia merasa itu justru merendahkan Hagia Sofia sebagai sebuah gereja atau tempat ibadah. Justru orang Turkilah yang membuat orang2 melepas sepatunya sebelum masuk Hagia Sofia saat ini. Membuat Hagia Sofia lebih berwibawa.

Itulah hal sama yang saya rasakan dengan Istiqlal. Wisatawan terasa merendahkan mesjid ini. Memangnya kenapa Istiqlal harus dilacurkan seperti itu? Untuk menunjukan Islam itu damai? Rasanya presiden sudah terlalu sering mengatakan negara ini adalah mayoritas muslim. Lalu kenapa tempat ibadah muslim yang harus dilacurkan seperti itu? Kalau negara ini muslimnya minoritas, bolehlah, masuk akal.

Dan kenyataannya, turis yang datang, terutama bule, tampaknya dari bahasa tubuh yang sering saya lihat, bukan hendak memahami Islam. Tapi justru ingin melecehkan. Pernah di depan mata saya si bule cowok yang pakai celana pendek, ditutupi dengan jubah dari petugas mesjid. Tapi dengan santai mengibas2kan bagian kakinya sehingga paha itu kemana2. Bukan masalah homo sapiens. Masalahnya itu aurat. Mau dia buka2an di depan sejenispun itu tetap aurat bos.

Ada lagi setelah jumatan saya makan di depan istiqlal. Lalu melihat sepasang cowok cewek berjalan. Si cewek memakai baju sangaaaaaaaat menerawang. Kolor dan behanya keliatan dari luar. Saya pikir mau lewat doank. Ternyata di depan gerbang mesjid, mereka masuk. 

Orang waras mana yang dengan sengaja makai baju tapi telanjang, ke mesjid? Ke tempat ibadah. Saya tantang yang menjawab iya untuk berpakaian seperti itu ke gereja. Saat ibadah minggu. Silakan kalau berani.

Jadi mudah2an setelah Hagia Sofia diubah jadi mesjid, pemerintah Indonesia bisa bertindak tal kalah heroik. Yaitu menghentikan pelacuran mesjid. Mengambalikan mesjid menjadi tempat yang suci kembali. Jika ada wisatawan yang ingin masuk, silakan. Tapi mereka harus menggunakan pakaian sopan DARI RUMAH. Bukan menjadi tugas mesjid untuk menyediakan penutup aurat mereka. Jadi seperti germo yang menyiapkan kondom pada pengunjung lokalisasi.

Semoga minimal tahun depan Istiqlal tidak dilacurkan lagi oleh pemerintah dan kembali suci. Aaamiiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...